News / Nasional
Senin, 06 April 2026 | 15:59 WIB
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menolak usulan pengurangan subsidi BBM guna menekan defisit anggaran negara.
  • Said menyarankan pemerintah mentransformasi skema subsidi LPG 3 kg agar penyalurannya lebih tepat sasaran bagi masyarakat.
  • Pemerintah didorong meninjau harga produk energi non-subsidi daripada membebani masyarakat miskin dengan pengurangan subsidi energi pokok.

Selain meminta evaluasi anggaran, JK menyarankan pemerintah melakukan pengurangan subsidi sebagai upaya mengurangi defisit.

"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga, dan itu dilakukan di banyak negara," ujar JK menanggapi pertanyaan ihwal krisis energi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah.

JK menyampaikan pandangannya mengapa perlu ada pengurangan subsidi.

"Kenapa? Karena kalau harga murah seperti sekarang orang tidak cenderung untuk tidak berhemat. Dia akan jalan macet jalan karena murah BBM. Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah kalau meningkat terus maka utang naik terus," kata JK.

Load More