- Satgas PPKPT UPN Veteran Yogyakarta menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual oleh dosen di lingkungan kampus tersebut.
- Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan mayoritas tindakan yang dilaporkan 13 korban berupa bentuk kekerasan seksual secara verbal.
- Penyelidikan mengungkapkan aksi pelecehan terjadi tidak hanya pada 2026, melainkan telah berlangsung sejak beberapa waktu lalu.
Suara.com - Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menyebut mayoritas kasus dugaan pelecehan seksual oleh dosen di lingkungan kampus berupa kekerasan verbal.
Hal tersebut terungkap dalam pemeriksaan aduan dan berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan oleh Satgas PPKPT.
Ketua Satgas PPKPT UPN Veteran Yogyakarta, Iva Rachmawati, menuturkan dari hasil pendalaman, dugaan kekerasan seksual itu juga diduga tidak hanya berlangsung selama 2026 saja.
"Dari BAP yang sudah kami lakukan, kekerasan itu memang ada yang sudah berlangsung beberapa waktu yang lalu. Jadi tidak hanya 2026," kata Iva dalam konferensi pers di kampus UPNV Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).
Namun, pihaknya belum merinci sejak kapan dugaan aksi pelecehan itu dilakukan oleh para terduga pelaku.
Menurut Iva, dalam pemeriksaan berkas sementara indikasi tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual tersebut didominasi oleh bentuk lisan atau ucapan.
"Namun, yang sampai saat ini kami baca, mohon maaf karena belum semua BAP itu benar-benar terkumpul, adalah kekerasan verbal," ucapnya.
Iva menegaskan proses pencermatan isi dokumen pemeriksaan masih terus berjalan secara maraton. Tujuannya agar tidak ada bentuk kekerasan lain yang luput dari penanganan.
"Sementara ini dari BAP itu (pelecehan) verbal," ujarnya.
Baca Juga: Berawal dari Latihan Sepatu Roda, Anak 16 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual
Pihak Satgas mencatat sudah ada belasan korban yang dengan sukarela memberikan keterangan detail guna membantu jalannya investigasi.
"Jadi, kerja kami adalah berdasarkan laporan yang masuk gitu. Nah, laporan yang masuk itu ada 13 korban yang bersedia di-BAP, kemudian 12 saksi," tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!