- Iran melancarkan serangan rudal yang memicu kebakaran hebat di kawasan industri petrokimia Al Jubail, Arab Saudi.
- Serangan ini merupakan respons Iran di tengah ultimatum dari Presiden Trump yang mengancam akan menghancurkan infrastruktur Teheran.
- Sebagai perisai, Iran dilaporkan meminta para pemuda untuk membentuk "rantai manusia" di sekitar fasilitas vital seperti pembangkit listrik.
Suara.com - Hujan rudal dari Iran dilaporkan telah menghantam salah satu pusat industri paling krusial milik Arab Saudi di Al Jubail.
Serangan mematikan yang dilancarkan pada tengah malam ini telah memicu kebakaran hebat di kawasan tersebut, mengirimkan sinyal perlawanan keras kepada sekutu utama AS.
Manuver militer Iran ini terjadi tepat di tengah panasnya ultimatum dari Presiden Donald Trump yang mengancam akan melenyapkan infrastruktur vital Teheran.
Gempuran terbaru ini secara spesifik menargetkan fasilitas petrokimia dan energi di Al Jubail, yang merupakan salah satu pusat industri terpenting di seluruh Timur Tengah.
Menyitat Haberler, Selasa (7/4/2026), kawasan ini diketahui memegang peranan sangat penting bagi produksi dan ekspor energi Arab Saudi ke pasar global.
Laporan dari lokasi kejadian menyebutkan api yang berkobar pasca-serangan dengan cepat membesar dan menjalar ke area pabrik-pabrik industri.
Gambar-gambar yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tebal menyelimuti langit dan kobaran api yang membubung tinggi.
Serangan ke jantung ekonomi Arab Saudi ini terjadi di saat tensi antara Iran dan Amerika Serikat mencapai level tertinggi.
Presiden Trump sebelumnya telah mengancam akan menyerang dan melenyapkan situs-situs infrastruktur utama Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.
Baca Juga: Jokowi Telepon MBS, Tanya Kapan Perang Iran Selesai: Dijawab Gak Jelas
Ancaman tersebut akan dieksekusi jika Teheran tidak setuju untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz paling lambat pada hari Selasa, 7 April 2026, pukul 8 malam waktu AS.
Merespons ancaman tersebut, Iran dilaporkan telah meminta para pemuda, terutama atlet, seniman, dan mahasiswa, untuk berkumpul di sekitar pembangkit listrik di seluruh negeri.
Mereka didesak untuk membentuk apa yang oleh para pejabat digambarkan sebagai "rantai manusia" simbolis sebagai bentuk perisai hidup.
Pekan lalu, Amerika Serikat juga telah menyerang dan merusak parah sebagian besar Jembatan B-1 Iran, jembatan terbesar di Timur Tengah, di tengah meningkatnya serangan terhadap infrastruktur Iran.
Sementara itu, Iran terus melancarkan serangan balasan terhadap fasilitas minyak dan gas utama di seluruh Bahrain, Qatar, UEA, Kuwait, dan Arab Saudi.
Meskipun kedua belah pihak telah mengonfirmasi adanya upaya menuju kesepakatan damai, proses untuk mengakhiri konflik tampaknya menemui jalan buntu.
Berita Terkait
-
10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi
-
AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah
-
Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Pupuk Kimia Berpotensi Terancam
-
Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar
-
Kasatgas Tito: Pemulihan Pascabencana Sumatera Capai Kemajuan Signifikan, Huntap Jadi Prioritas
-
Di Tengah Perang Iran, Ucapan Kontroversial Donald Trump Berpotensi Bikin Marah Vladimir Putin
-
Bareskrim Ungkap Peran Vital The Doctor: Penyuplai Narkoba Ko Erwin dan White Rabbit Jakarta!
-
Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!
-
10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi
-
AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah
-
Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?
-
Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel
-
Radiasi Nuklir Bushehr Iran Mengancam Ibu Kota Negara-negara Arab