News / Internasional
Selasa, 07 April 2026 | 07:36 WIB
Serangan sepuluh rudal Iran ke Israel tengah gunakan teknologi fragmentasi yang picu kepanikan luar biasa. (times of islamabad)

Suara.com - Perang di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal pekan bulan Juni ini.

Pasukan militer Iran baru saja meluncurkan operasi serangan udara yang menyasar jantung wilayah kedaulatan Israel.

Laporan media lokal pada Senin (4/6/2026) mengonfirmasi adanya rentetan proyektil yang melintasi perbatasan negara tersebut.

Setidaknya terdapat sepuluh unit rudal yang dikirimkan oleh pihak Teheran dalam aksi militer yang mengejutkan ini.

Serangan tersebut tidak terjadi sekaligus melainkan terbagi ke dalam tiga tahap peluncuran yang sangat sistematis.

Salah satu unit senjata yang terdeteksi merupakan jenis rudal yang mengusung teknologi hulu ledak fragmentasi.

Teknologi ini dirancang untuk meledak dan menyebarkan serpihan tajam guna memaksimalkan dampak kerusakan di area tujuan.

Stasiun televisi Channel 12 menjadi media pertama yang menyoroti penggunaan spesifikasi senjata mematikan dalam serangan tersebut.

Kehadiran hulu ledak ini menandakan adanya peningkatan intensitas serangan dibandingkan dengan konfrontasi yang terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Iran Sampaikan Tuntutan Gencatan Senjata ke AS Lewat Perantara

Dampak dari penggunaan material fragmentasi ini masih terus dievaluasi oleh tim ahli militer di lapangan.

Sirine peringatan dini bergaung kencang di seluruh penjuru wilayah bagian tengah Israel tanpa henti.

Suara peringatan tersebut memaksa ribuan penduduk untuk segera menghentikan aktivitas mereka dan mencari keselamatan.

Otoritas keamanan setempat mengeluarkan instruksi tegas agar warga segera memasuki ruang bawah tanah atau tempat perlindungan.

Langkah preventif ini diambil guna meminimalisir potensi jatuhnya korban jiwa akibat hantaman langsung proyektil udara.

Kepanikan sempat melanda beberapa titik pemukiman padat saat gelombang serangan kedua mulai terdeteksi radar.

Load More