- Sebanyak 15 tentara AS terluka dalam serangan drone yang diduga buatan Iran di Pangkalan Udara Ali al-Salim, Kuwait.
- Dua pejabat AS mengonfirmasi insiden tersebut kepada media CBS News.
- Laporan menyebutkan bahwa sebagian dari prajurit yang terluka tersebut telah kembali menjalankan tugas mereka di pangkalan.
Suara.com - Sebuah insiden serangan udara yang melibatkan Drone Iran kembali memakan korban dari pihak Militer Amerika Serikat yang bertugas di Pangkalan Udara Ali al-Salim, Kuwait.
Media AS melaporkan bahwa sebanyak 15 Tentara AS mengalami luka-luka dalam serangan pesawat tak berawak yang diduga kuat berasal dari Iran tersebut.
Namun, yang menjadi sorotan utama adalah laporan bahwa sebagian dari prajurit yang menjadi korban tersebut dikabarkan telah kembali bertugas di pos masing-masing.
Dua pejabat AS yang berbicara kepada saluran berita American CBS News memberikan keterangan resmi mengenai serangan pesawat tak berawak tersebut.
Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa gempuran drone tersebut terjadi pada malam hari dan menyebabkan cedera pada belasan personel militer.
Meskipun menderita luka-luka, beberapa dari prajurit yang terluka tersebut dilaporkan sudah kembali menjalankan tugas mereka seperti biasa di pangkalan.
Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai tingkat keparahan luka yang dialami oleh para prajurit tersebut, maupun jenis perawatan yang mereka terima sebelum kembali ditugaskan.
Insiden ini semakin menambah panjang daftar ketegangan antara Washington dan Teheran di kawasan Timur Tengah yang terus memanas.
Pangkalan Udara Ali al-Salim sendiri merupakan salah satu basis militer strategis bagi Amerika Serikat di kawasan Teluk, yang kerap menjadi target serangan dari kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran.
Baca Juga: Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar
Berita Terkait
-
Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump
-
Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel
-
Serangan AS-Israel Tewaskan Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Majid Khademi
-
KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul
-
Draf Gencatan Senjata AS-Iran Beredar, Selat Hormuz Jadi Kunci Kesepakatan
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Bareskrim Ungkap Peran Vital The Doctor: Penyuplai Narkoba Ko Erwin dan White Rabbit Jakarta!
-
Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump
-
10 Rudal Iran Meluncur ke Israel, Salah Satunya Hulu Ledak Fragmentasi
-
AI China Disebut Bantu Iran Menargetkan Pangkalan Militer Amerika Serikat di Timur Tengah
-
Geger Penemuan UUV Diduga Asal China di Gili Trawangan, Laut Indonesia Dimata-matai?
-
Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel
-
Radiasi Nuklir Bushehr Iran Mengancam Ibu Kota Negara-negara Arab
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah