News / Internasional
Selasa, 07 April 2026 | 07:55 WIB
Ilustrasi tentara Amerika Serikat. [Antara]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 15 tentara AS terluka dalam serangan drone yang diduga buatan Iran di Pangkalan Udara Ali al-Salim, Kuwait.
  • Dua pejabat AS mengonfirmasi insiden tersebut kepada media CBS News.
  • Laporan menyebutkan bahwa sebagian dari prajurit yang terluka tersebut telah kembali menjalankan tugas mereka di pangkalan.

Suara.com - Sebuah insiden serangan udara yang melibatkan Drone Iran kembali memakan korban dari pihak Militer Amerika Serikat yang bertugas di Pangkalan Udara Ali al-Salim, Kuwait.

Media AS melaporkan bahwa sebanyak 15 Tentara AS mengalami luka-luka dalam serangan pesawat tak berawak yang diduga kuat berasal dari Iran tersebut.

Namun, yang menjadi sorotan utama adalah laporan bahwa sebagian dari prajurit yang menjadi korban tersebut dikabarkan telah kembali bertugas di pos masing-masing.

Dua pejabat AS yang berbicara kepada saluran berita American CBS News memberikan keterangan resmi mengenai serangan pesawat tak berawak tersebut.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa gempuran drone tersebut terjadi pada malam hari dan menyebabkan cedera pada belasan personel militer.

Meskipun menderita luka-luka, beberapa dari prajurit yang terluka tersebut dilaporkan sudah kembali menjalankan tugas mereka seperti biasa di pangkalan.

Hingga saat ini, belum ada rincian lebih lanjut mengenai tingkat keparahan luka yang dialami oleh para prajurit tersebut, maupun jenis perawatan yang mereka terima sebelum kembali ditugaskan.

Insiden ini semakin menambah panjang daftar ketegangan antara Washington dan Teheran di kawasan Timur Tengah yang terus memanas.

Pangkalan Udara Ali al-Salim sendiri merupakan salah satu basis militer strategis bagi Amerika Serikat di kawasan Teluk, yang kerap menjadi target serangan dari kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran.

Baca Juga: Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar

Load More