- Trump sebut NATO 'macan kertas' dan klaim Putin secara pribadi mengaku lebih takut padanya.
- Ia beberkan detail operasi penyelamatan pilot F-15 di Iran yang melibatkan 155 pesawat tempur dan pengebom.
- Trump berikan ultimatum hingga Selasa malam terkait pembukaan Selat Hormuz dan sebut penentang perang sebagai orang bodoh.
Suara.com - Presiden AS Donald Trump kembali mengguncang panggung politik global dengan klaim kontroversial yang berpotensi memicu kemarahan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Trump secara terbuka sesumbar bahwa lingkungan pertahanan NATO sama sekali tidak memiliki efek gentar terhadap pemimpin Rusia tersebut.
Ia bahkan mengeklaim bahwa Putin secara pribadi berkali-kali mengaku lebih takut pada dirinya dan Amerika Serikat (AS) dibandingkan kepada kekuatan sekutu militer tersebut.
"NATO adalah macan kertas. Putin tidak takut pada NATO. Putin takut pada AS. Dia sangat takut pada AS. Dan dia sudah mengatakan hal itu kepada saya berkali-kali," kata Donald Trump dikutip dari Haberler, Selasa (7/4/2026).
Pernyataan bombastis ini dilontarkan di tengah memanasnya situasi konflik dengan Iran, di mana Trump juga memberkan detail operasi militer yang baru sedang berlangsung.
Trump menceritakan detail operasi penyelamatan pilot pesawat F-15 yang sebelumnya ditembak jatuh oleh Iran.
“Itu adalah operasi bersejarah. Operasi itu berlangsung selama 7 jam. 21 pesawat memasuki Iran. Kami mengejutkan pasukan Iran dengan memindahkan mereka ke area yang berbeda.," kata Trump.
"Kami mengirim mereka ke 7 lokasi berbeda, kami melakukan operasi pengalihan. Kami keluar tanpa korban jiwa. Kami tidak pernah meninggalkan satu pun tentara Amerika di belakang, kami berada di bawah tembakan hebat.”
“Kami menyelamatkan mereka dengan helikopter, yang sangat bagus. Itu adalah operasi yang fantastis."
Baca Juga: KSPI Wanti-Wanti Gelombang PHK dalam 3 Bulan: Sektor Padat Karya Paling Terpukul
"Kami menggunakan total 155 pesawat dalam operasi tersebut, termasuk 4 pesawat pembom, 64 jet tempur, 48 pesawat pengisian bahan bakar, dan 13 pesawat penyelamat. Pilotnya sangat berani; dia mendaki gunung, dia kehilangan banyak darah, tetapi dia tidak tertangkap.”
Di sela-sela pidatonya, Trump juga menyinggung masalah upaya mempersenjatai rakyat Iran yang ternyata tidak berjalan sesuai rencana.
"Kami mengirimkan beberapa senjata, dan senjata-senjata itu seharusnya sampai ke rakyat Iran. Tahukah Anda apa yang terjadi? Orang-orang yang seharusnya mendistribusikan senjata-senjata itu menyimpannya untuk diri mereka sendiri," ungkap Trump.
"Saya sangat marah kepada beberapa orang, dan mereka akan membayar mahal untuk ini. Rakyat Iran akan melawan segera setelah mereka mendapatkan senjata. Jika mereka memiliki senjata, Iran akan menyerah dalam dua detik. Iran hanya memiliki beberapa rudal dan beberapa drone."
Terkait kelanjutan perang, ia menegaskan bahwa dirinya adalah satu-satunya orang yang bisa mendeklarasikan gencatan senjata dan memberikan ultimatum terkait Selat Hormuz.
"Kami bisa menarik diri dari Iran segera, tetapi saya ingin melihat ini sampai akhir. Saya satu-satunya yang dapat menyatakan gencatan senjata. Saya belum menyatakan gencatan senjata apa pun. Kami sedang berbicara dengan mereka; mereka punya waktu sampai besok malam," jelas Trump.
"Semuanya tampaknya berjalan dengan baik, tetapi kita akan menunggu dan melihat. Anda harus mengerti bahwa kami telah berurusan dengan orang-orang ini selama 47 tahun. Membuka kembali Selat Hormuz adalah prioritas kami."
Trump juga melontarkan pernyataan keras kepada warga Amerika yang menentang perang dengan Iran.
"Mereka bodoh. Karena perang ini hanya mempunyai satu tujuan: mencegah Iran memiliki senjata nuklir."
Berita Terkait
-
Ada Harapan Perang AS-Iran Usai, Wall Street Langsung Ngegas
-
Belum Kering Luka Serangan Drone Iran, Tentara Amerika Sudah Diminta Kerja Lagi!
-
Bukan Gertak Sambal, Iran Rudal Kawasan Industri Al Jubail Sehari Setelah Diancam Trump
-
Ultimatum Keras Iran Lawan Ancaman Donald Trump, Siap Balas Serang Israel
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut
-
Prabowo Tak Main-Main! Bidik 4 Korporasi di Balik Karhutla Kalimantan, Izin Bakal Dicabut