- Royal Thai Army berhasil menarik 30.000 relawan wajib militer tahun ini melalui kampanye media sosial yang bernuansa humor.
- Jumlah pendaftaran daring tersebut melampaui target awal hingga mencapai 105 persen, mencetak rekor tertinggi bagi angkatan darat.
- Strategi komunikasi santai dan jenaka tersebut terbukti sangat efektif sehingga diikuti oleh cabang Angkatan Laut Thailand kemudian.
Suara.com - Royal Thai Army mencatat pencapaian menarik dalam program wajib militer tahun ini. Lewat kampanye media sosial bernuansa humor, mereka berhasil menarik lebih dari 30.000 relawan pada tahap awal pendaftaran.
Jumlah tersebut bahkan melampaui target, dengan tingkat pemenuhan mencapai 105 persen, sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk pendaftaran relawan secara daring.
Alih-alih menggunakan pendekatan formal, kampanye yang dibuat justru mengandalkan gaya santai dan jenaka.
Salah satu pesan promosi berbunyi, “Ayo bergabung dengan angkatan darat! Di hari pendaftaran, gaji bulan pertama sebesar 8.000 baht akan ditransfer ke rekening ibu Anda. Gaji besar, makan gratis, dan tempat tinggal di barak menanti Anda!”
Jika dikonversi, nominal tersebut setara sekitar Rp3,6 juta.
Tak hanya itu, beberapa pesan lain juga dibuat nyeleneh dan mengundang tawa. Salah satunya berbunyi, “Lelah menghadapi istri Anda? Tak ada tempat yang lebih baik untuk menjauh darinya selain kamp militer!”
Tema patah hati pun ikut diangkat, dengan narasi yang menyarankan militer sebagai tempat untuk “move on” dari mantan.
Kesuksesan kampanye ini kemudian diikuti oleh cabang militer lain. Angkatan Laut Thailand, misalnya, turut merilis pesan serupa dengan gaya bercanda, “Bergabunglah dengan angkatan laut! Setidaknya Anda akan belajar berenang!”
Strategi komunikasi yang tidak biasa ini terbukti efektif. Kampanye tersebut viral di media sosial Thailand dan memicu berbagai respons, mulai dari candaan hingga parodi dari warganet.
Baca Juga: 'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer
(Antara)
Berita Terkait
-
'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer
-
Sentil Gibran Soal Kasus Andrie Yunus, HMI: Menjenguk Saja Tak Cukup, Bongkar Aktor Intelektualnya!
-
30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
-
Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total
-
Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyat Miskin, Prabowo Subianto: Yang Kaya Jangan Minta!
-
Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan
-
Prabowo: 70 Kebutuhan Energi Asia Timur Lewat Laut Indonesia
-
Komnas HAM: Ada Potensi Pelaku Lain dalam Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
Prabowo: Meski Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi, Kondisi Indonesia Masih Aman
-
Kekerasan Seksual di Transportasi Online Berulang, Sistem Keamanannya Bermasalah?
-
Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!
-
Prabowo: Jika Pemerintah Dinilai Tak Baik, Ganti Lewat Pemilu atau Impeachment
-
Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran
-
Minta Evaluasi Mingguan, Ketua DPRD DKI Kawal Kebijakan WFH ASN Jakarta Agar Tak Rugikan Warga