News / Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 17:48 WIB
Royal Thai Army. (Instagram/@royalthaiarmyrta)
Baca 10 detik
  • Royal Thai Army berhasil menarik 30.000 relawan wajib militer tahun ini melalui kampanye media sosial yang bernuansa humor.
  • Jumlah pendaftaran daring tersebut melampaui target awal hingga mencapai 105 persen, mencetak rekor tertinggi bagi angkatan darat.
  • Strategi komunikasi santai dan jenaka tersebut terbukti sangat efektif sehingga diikuti oleh cabang Angkatan Laut Thailand kemudian.

Suara.com - Royal Thai Army mencatat pencapaian menarik dalam program wajib militer tahun ini. Lewat kampanye media sosial bernuansa humor, mereka berhasil menarik lebih dari 30.000 relawan pada tahap awal pendaftaran.

Jumlah tersebut bahkan melampaui target, dengan tingkat pemenuhan mencapai 105 persen, sekaligus menjadi rekor tertinggi untuk pendaftaran relawan secara daring.

Alih-alih menggunakan pendekatan formal, kampanye yang dibuat justru mengandalkan gaya santai dan jenaka.

Salah satu pesan promosi berbunyi, “Ayo bergabung dengan angkatan darat! Di hari pendaftaran, gaji bulan pertama sebesar 8.000 baht akan ditransfer ke rekening ibu Anda. Gaji besar, makan gratis, dan tempat tinggal di barak menanti Anda!”

Jika dikonversi, nominal tersebut setara sekitar Rp3,6 juta.

Tak hanya itu, beberapa pesan lain juga dibuat nyeleneh dan mengundang tawa. Salah satunya berbunyi, “Lelah menghadapi istri Anda? Tak ada tempat yang lebih baik untuk menjauh darinya selain kamp militer!”

Tema patah hati pun ikut diangkat, dengan narasi yang menyarankan militer sebagai tempat untuk “move on” dari mantan.

Kesuksesan kampanye ini kemudian diikuti oleh cabang militer lain. Angkatan Laut Thailand, misalnya, turut merilis pesan serupa dengan gaya bercanda, “Bergabunglah dengan angkatan laut! Setidaknya Anda akan belajar berenang!”

Strategi komunikasi yang tidak biasa ini terbukti efektif. Kampanye tersebut viral di media sosial Thailand dan memicu berbagai respons, mulai dari candaan hingga parodi dari warganet.

Baca Juga: 'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer

(Antara)

Load More