-
PM Australia Anthony Albanese mendesak agar Lebanon dilibatkan dalam gencatan senjata AS-Iran.
-
Serangan Israel di Lebanon menewaskan ratusan orang di tengah kesepakatan damai regional.
-
Pemimpin dunia menyerukan perluasan cakupan perdamaian demi stabilitas keamanan dan ekonomi global.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi sosok terdepan dalam memperjuangkan posisi Lebanon di mata internasional.
Macron memimpin langkah diplomasi agar Lebanon diakui sebagai subjek dalam kesepakatan antara Washington dan Teheran.
Informasi ini diperkuat oleh laporan jurnalis ITV yang menyebutkan adanya koordinasi antar sumber diplomatik.
Inggris juga tidak tinggal diam melalui pernyataan tegas yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Yvette Cooper.
Cooper meminta agar Lebanon segera dimasukkan dalam pakta penghentian serangan di tengah gempuran yang masih ada.
Kritik tajam terhadap aksi militer Israel di wilayah Lebanon juga dilontarkan oleh Jean-Noel Barrot.
Menteri Luar Negeri Prancis tersebut mengutuk keras operasi udara yang menyasar pemukiman di Lebanon.
Barrot mendesak agar ruang lingkup gencatan senjata diperluas secepat mungkin guna mencegah korban lebih banyak.
Data terbaru menunjukkan angka fatalitas yang sangat memprihatinkan akibat serangan yang terjadi pada Rabu lalu.
Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, Kapal Tanker Terpaksa Putar Balik di Oman
Sedikitnya 254 orang kehilangan nyawa dan lebih dari 1.100 individu lainnya menderita luka-luka.
Kelompok Hizbullah di Lebanon telah memberikan pernyataan bahwa mereka tidak akan membiarkan serangan tersebut.
Hizbullah berkomitmen untuk melakukan tindakan balasan atas hilangnya nyawa warga sipil dalam konflik ini.
Eskalasi besar ini terjadi tepat satu hari setelah pengumuman penting dari Presiden Amerika Serikat.
Donald Trump sebelumnya telah menyatakan adanya gencatan senjata dua minggu dengan pihak Iran.
Namun, kedamaian tersebut seolah tidak menyentuh wilayah Lebanon selatan yang terus dihujani artileri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Takut Teror Susulan, Ahmad Bahar Minta Perlindungan LPSK Usai Konflik dengan Hercules
-
'Saya Mengaku Bersalah', Penyesalan Noel ke Buruh dan Keluarga di Sidang Korupsi K3
-
TNI Disuruh Urus MBG hingga Begal, Pakar UGM: Lalu Siapa yang Menjaga Pertahanan Negara?
-
Jembatan dan Sekolah Masih Jadi PR, Muzakir Manaf Buka-bukaan Soal Kondisi Terkini Aceh Pascabencana
-
Tangis Penyesalan Noel di Sidang Korupsi K3: Saya Seharusnya Lebih Hati-hati
-
Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?
-
Angka Kecurangan Capai 99 Persen, Ada Apa dengan Fakultas Kedokteran di SNBT 2026?
-
Ironi Awak Kapal Perikanan: Banting Tulang di Tengah Laut, Pulang Malah Nombok Utang ke Majikan
-
Biadab! Sambil Hujan-hujanan, Pria Mabuk di Tangsel Cabuli Bocah Saat Main Petak Umpet
-
Vivace E Menjawab Kebutuhan Rumah Modern yang Estetik, Aman, dan Ramah Anak