-
Mojtaba Khamenei sampaikan sikap resmi Iran terkait kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat.
-
Iran menegaskan tidak ingin perang namun tetap mempertahankan hak sah dan seluruh front perlawanan.
-
Kehadiran Mojtaba Khamenei mengakhiri spekulasi global mengenai kabar kematian dan kondisi kesehatan kritisnya.
Kesepakatan penghentian kontak senjata sementara itu tercapai setelah adanya ancaman yang sangat keras dari Presiden Donald Trump.
Diharapkan durasi dua pekan ini menjadi jembatan untuk memulai dialog diplomasi yang lebih serius demi mencegah kehancuran total.
Khamenei juga memberikan instruksi khusus kepada masyarakat Iran agar tetap menyuarakan aspirasi mereka di ruang terbuka.
Dukungan publik dianggap sebagai modal utama bagi para delegasi Iran yang sedang berjuang di meja negosiasi diplomatik.
"Suara Anda di ruang publik tanpa diragukan lagi akan mempengaruhi hasil negosiasi," katanya, sebagaimana disiarkan televisi pemerintah.
Kehadiran Mojtaba ini sekaligus membantah kabar burung yang menyebutkan bahwa dirinya telah tiada akibat serangan fatal sebelumnya.
Ia dikabarkan sempat menderita luka serius dalam insiden yang merenggut nyawa ayahnya pada akhir Februari tahun 2026 ini.
Selama masa transisi kepemimpinan, ia memang lebih banyak berkomunikasi melalui naskah tertulis atau media sosial tanpa tatap muka.
Hal ini sempat memicu klaim dari Donald Trump yang menduga sang pemimpin telah kehilangan kemampuan untuk memerintah.
Baca Juga: Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon
Namun otoritas media Iran berusaha meyakinkan dunia bahwa sang Ayatollah sedang dalam fase pemulihan kesehatan yang signifikan.
Meskipun foto-fotonya telah disiarkan secara nasional, tanggal pasti pengambilan gambar tersebut masih belum dikonfirmasi secara detail kepada publik.
Situasi ini tetap menyisakan sedikit ruang spekulasi bagi para pengamat politik mengenai kebugaran fisiknya dalam memimpin jangka panjang.
Banyak pihak yang masih memantau apakah ia benar-benar sudah mampu menjalankan fungsi eksekutif tertinggi secara penuh atau terbatas.
Gencatan senjata ini menjadi ujian pertama bagi kepemimpinan Mojtaba Khamenei di tengah tekanan ekonomi dan ancaman militer global.
Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari Teheran setelah pernyataan resmi yang cukup mengejutkan banyak pengamat internasional ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion
-
Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel
-
Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo
-
Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban
-
Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba
-
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil