News / Nasional
Jum'at, 10 April 2026 | 10:22 WIB
Peluncuran buku Echoes of Partnership. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • KONEKSI meluncurkan buku Echoes of Partnership berisi 20 proyek riset kolaborasi Indonesia dan Australia terkait perubahan iklim.
  • Perempuan terbukti berperan vital melindungi hutan dan menjaga ekosistem dalam pengelolaan perhutanan sosial di berbagai wilayah Indonesia.
  • Riset menekankan pentingnya keterlibatan kelompok rentan dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan solusi iklim yang lebih inklusif.

Sementara itu, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, menyebut keterbatasan pendanaan masih menjadi tantangan utama pemerintah dalam menjalankan program adaptasi perubahan iklim.

Selain itu, koordinasi antar kementerian dan lembaga juga dinilai masih perlu diperkuat agar kebijakan yang ada dapat berjalan lebih efektif.

Buku Echoes of Partnership juga menyoroti bahwa krisis iklim tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial masyarakat dan berpotensi memperlebar kesenjangan.

Perubahan kondisi alam seperti degradasi hutan dan menurunnya kualitas air dapat mengancam keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung langsung pada sumber daya alam.

Dalam situasi tersebut, kelompok rentan kerap menjadi pihak yang paling terdampak, mulai dari berkurangnya sumber penghidupan hingga perubahan lingkungan yang memaksa mereka beradaptasi lebih cepat tanpa akses sumber daya yang memadai.

Di sisi lain, keterlibatan kelompok rentan dalam proses pengambilan keputusan terkait isu iklim masih dinilai belum optimal.

Melalui Echoes of Partnership, KONEKSI menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi krisis iklim.

Buku ini juga menekankan bahwa upaya penanganan perubahan iklim akan lebih berkelanjutan apabila kelompok rentan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap pengambilan keputusan.

Peluncuran buku Echoes of Partnership merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Summit yang akan digelar pada 28–29 April 2026.

Baca Juga: Sentuhan Fisik untuk Perempuan: Bikin Gagal Move On atau Cuma Reaksi Oksitosin?

Load More