- KONEKSI meluncurkan buku Echoes of Partnership berisi 20 proyek riset kolaborasi Indonesia dan Australia terkait perubahan iklim.
- Perempuan terbukti berperan vital melindungi hutan dan menjaga ekosistem dalam pengelolaan perhutanan sosial di berbagai wilayah Indonesia.
- Riset menekankan pentingnya keterlibatan kelompok rentan dan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan solusi iklim yang lebih inklusif.
Sementara itu, Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup, Franky Zamzani, menyebut keterbatasan pendanaan masih menjadi tantangan utama pemerintah dalam menjalankan program adaptasi perubahan iklim.
Selain itu, koordinasi antar kementerian dan lembaga juga dinilai masih perlu diperkuat agar kebijakan yang ada dapat berjalan lebih efektif.
Buku Echoes of Partnership juga menyoroti bahwa krisis iklim tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga memengaruhi kehidupan sosial masyarakat dan berpotensi memperlebar kesenjangan.
Perubahan kondisi alam seperti degradasi hutan dan menurunnya kualitas air dapat mengancam keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung langsung pada sumber daya alam.
Dalam situasi tersebut, kelompok rentan kerap menjadi pihak yang paling terdampak, mulai dari berkurangnya sumber penghidupan hingga perubahan lingkungan yang memaksa mereka beradaptasi lebih cepat tanpa akses sumber daya yang memadai.
Di sisi lain, keterlibatan kelompok rentan dalam proses pengambilan keputusan terkait isu iklim masih dinilai belum optimal.
Melalui Echoes of Partnership, KONEKSI menegaskan bahwa kolaborasi lintas negara dapat menghasilkan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi krisis iklim.
Buku ini juga menekankan bahwa upaya penanganan perubahan iklim akan lebih berkelanjutan apabila kelompok rentan dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap pengambilan keputusan.
Peluncuran buku Echoes of Partnership merupakan bagian dari rangkaian acara menuju Knowledge and Innovation Exchange (KIE) Summit yang akan digelar pada 28–29 April 2026.
Baca Juga: Sentuhan Fisik untuk Perempuan: Bikin Gagal Move On atau Cuma Reaksi Oksitosin?
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Prabowo Pimpin Sumpah Hakim MK Pengganti Anwar Usman, Anggota Ombudsman dan Duta Besar
-
Polda Metro Dalami Laporan Terhadap Saiful Mujani Buntut Seruan Gulingkan Prabowo
-
Bukan di Hari Jumat, Pemda DIY Pilih Rabu Jadi Hari WFH bagi ASN, Ini Alasannya
-
Ternyata Parkir Resmi! Dishub Akui Kesalahan Pola Parkir di Akses MRT Lebak Bulus yang Bikin Macet
-
Connie Bakrie Duga Kuat Kasus Andrie Yunus Operasi Intelijen Terstruktur, Ini Indikatornya
-
Bisakah Taman Kota Kurangi Banjir? Memahami Solusi Berbasis Alam di Jabodetabek
-
Iran Bantah Serangan Drone ke Negara Teluk Saat Gencatan Senjata
-
Teka-teki Kematian Bos Tenda di Cibitung: Tewas Penuh Luka, Perampokan atau Dendam?
-
6 Jet Tempur Milik TNI AU Kawal Penerbangan Presiden Prabowo ke Magelang
-
Kemenag Pastikan Layanan Legalisasi Buku Nikah Tetap Buka Meski ASN WFH Setiap Jumat