- Koalisi Perempuan Indonesia menggelar Forum Konsolidasi Nasional di Jakarta pada 9 April 2026 untuk menguatkan kepemimpinan perempuan dalam demokrasi.
- Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menekankan pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah dan organisasi masyarakat demi mengatasi berbagai tantangan perempuan.
- KPI membahas lima isu krusial untuk mendorong perubahan sistemik, keadilan ekologis, serta keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan nasional.
Suara.com - Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) menggelar Forum Konsolidasi Nasional Perempuan sebagai pembuka rangkaian Kongres Nasional VI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (9/4/2026). Forum ini menegaskan pentingnya penguatan kepemimpinan perempuan dalam mendorong keadilan transformatif dan ekologis di Indonesia.
Acara pembukaan turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi (Arifah Fauzi), yang menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan forum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat konsolidasi politik perempuan dalam perjalanan demokrasi nasional.
“Tantangan perempuan yang semakin berat dan rumit di tengah berbagai isu yang marak terjadi mendorong kita untuk terus bekerja sama antarjaringan dan organisasi masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Arifatul dalam sambutannya.
Sekretaris Jenderal KPI, Mike Verawati Tangka, menegaskan bahwa forum konsolidasi ini merupakan langkah awal menuju pelaksanaan kongres yang lebih substansial dan berdampak bagi gerakan perempuan.
“Hari ini kita memulai konsolidasi sebagai bagian dari mandat organisasi untuk memperkuat arah gerakan ke depan. Ada lima isu utama yang akan dibahas, mulai dari demokrasi, perlindungan perempuan, hingga isu lingkungan dan perubahan iklim,” ujarnya kepada awak media usai acara pembukaan.
Menurut Mike, perempuan saat ini tidak lagi berada di posisi marginal, melainkan telah menjadi aktor penting dalam mendorong perubahan sosial. Karena itu, KPI akan terus mendorong penguatan organisasi, peningkatan perlindungan korban kekerasan berbasis gender, serta memperjuangkan keterwakilan perempuan yang lebih signifikan dalam ruang pengambilan keputusan.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum, ketidakadilan struktural terhadap perempuan masih terjadi. Hal ini terlihat dari kesenjangan upah, keterbatasan akses terhadap sumber daya, serta rendahnya keterwakilan politik perempuan yang saat ini baru mencapai sekitar 22 persen di DPR RI dan 16 persen di DPRD provinsi untuk periode 2024–2029.
Kongres Nasional VI KPI mengangkat tema “Perempuan Memimpin Keadilan Transformatif dan Ekologis” dengan lima isu utama, yakni akses ekonomi perempuan, pencegahan kekerasan berbasis gender, keterwakilan politik perempuan, demokrasi berkeadilan gender, serta keadilan iklim dan transisi energi.
Melalui rangkaian diskusi dan rekomendasi yang dihasilkan, KPI menargetkan penguatan gerakan perempuan sebagai kekuatan politik yang mampu mendorong perubahan sistemik menuju Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Menteri PPPA Minta Hukum Transparan Bagi Oknum Brimob Penganiaya Anak di Tual
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Korupsi Petral Bikin Harga Premium Melejit, Kejagung Gandeng BPKP Hitung Total Kerugian Negara!
-
Nuklir Iran Panas Lagi, Ambisi Pengayaan Uranium Teheran Tak Akan Bisa Dihentikan Amerika Serikat
-
Iran Ancam Batalkan Gencatan Senjata dengan AS Jika Israel Terus Bombardir Lebanon Tanpa Henti
-
Pasokan Minyak Dunia Anjlok 13 Persen Akibat Perang Timur Tengah Menurut Bos IMF
-
Nasib Lebanon di Ujung Tanduk, PM Nawaf Salam Harap Pakistan Bisa Tekan Israel Hentikan Serangan
-
Dunia Desak Israel Segera Berhenti Serang Lebanon
-
Donald Trump Minta Benjamin Netanyahu Kurangi Serangan ke Lebanon Demi Kelancaran Gencatan Senjata
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam