- Panglima Eyal Zamir menegaskan Israel tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan tanpa adanya gencatan senjata saat ini.
- Pemerintah Israel membuka peluang negosiasi diplomatik dengan Lebanon, namun proses tersebut tetap berlangsung di bawah tekanan militer.
- Serangan roket dari Lebanon memicu sirene peringatan di berbagai wilayah Israel, menyusul operasi besar militer yang melumpuhkan militan.
Suara.com - Panglima militer Israel (IDF), Eyal Zamir menegaskan bahwa pasukannya masih berada dalam kondisi perang di wilayah selatan Lebanon.
Eyal Zamir menyebut bahwa tidak ada gencatan senjata untuk wilayah Lebanon dan militer Israel akan terus melakukan serangan.
“Kami tidak dalam gencatan senjata. Kami terus bertempur di sektor ini, yang merupakan front utama kami,” kata Zamir dalam keterangannya di Bint Jbeil, seperti dilansir dari Channel 14, Jumat (10/4).
Dalam pernyataannya, Zamir juga menyoroti dampak strategis konflik terhadap Iran.
Menurutnya, kondisi Iran saat ini berbeda dibanding sebelum perang, dengan posisi yang dinilai semakin melemah.
“Iran sebelum perang ini bukan lagi Iran yang sama. Mereka jauh lebih lemah, dan dampaknya terasa langsung pada Hizbullah yang kini menyadari dirinya semakin terisolasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zamir menyebut bahwa tekanan militer terus diberikan, baik melalui serangan udara maupun operasi darat.
“Hizbullah menghadapi jet tempur kami di garis depan hingga ke wilayah dalam, sekaligus berhadapan dengan pasukan darat kami,” katanya.
Zamir menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah menghilangkan ancaman langsung terhadap permukiman di wilayah utara Israel.
Baca Juga: Mengapa Benjamin Netanyahu Mengubah Namanya? Ini Nama Asli PM Israel
“Kami sedang menghapus ancaman langsung terhadap warga kami. Ini adalah perkembangan yang sangat signifikan dan pencapaian penting,” lanjutnya.
Menariknya pernyataan dari Zamir itu justru berbeda dengan PM Israel, Benjamin Netanyahu.
Netanyahu mengumumkan langkah diplomatik dengan membuka peluang negosiasi langsung dengan Lebanon.
“Kami telah menginstruksikan untuk memulai pembicaraan langsung, dengan fokus pada pelucutan senjata Hizbullah dan normalisasi hubungan,” kata Netanyahu.
Meski demikian, seorang pejabat Israel menegaskan bahwa proses negosiasi tetap akan berlangsung di tengah operasi militer.
“Pembicaraan akan dilakukan di bawah tekanan senjata,” ujarnya, menandakan konflik belum akan mereda dalam waktu dekat.
Berita Terkait
-
Mengapa Benjamin Netanyahu Mengubah Namanya? Ini Nama Asli PM Israel
-
Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan
-
Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas
-
Viral Mahasiswa Indonesia Bongkar Listrik di Iran saat Perang
-
AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak
-
Studi: Panas Kendaraan Naikkan Suhu Kota Hingga 0,35 Derajat Celsius
-
6 Kali Sumbang Kas Negara, Satgas PKH Selamatkan Aset Rp 371 Triliun Sejak Awal Dibentuk
-
Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan
-
Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat
-
Agar Produk Lokal Dilirik Dunia, Indonesia Mulai Perketat Standar Sertifikat Energi Hijau
-
ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama
-
Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota untuk Magang Nasional 2026
-
Ogah Kecolongan Seperti Riza Chalid! Ini Strategi Kejagung Gembok Samin Tan Sebelum Sasar Pejabat