- Panglima Eyal Zamir menegaskan Israel tetap melanjutkan operasi militer di Lebanon selatan tanpa adanya gencatan senjata saat ini.
- Pemerintah Israel membuka peluang negosiasi diplomatik dengan Lebanon, namun proses tersebut tetap berlangsung di bawah tekanan militer.
- Serangan roket dari Lebanon memicu sirene peringatan di berbagai wilayah Israel, menyusul operasi besar militer yang melumpuhkan militan.
Sementara itu melansir dari laporan Ynet, serangan rudal dari wilayah Lebanon kembali memicu ketegangan setelah sistem pertahanan udara Israel pada Kamis waktu setempat.
Sirene peringatan berbunyi luas, mulai dari kawasan Sharon hingga Ashdod, disertai dentuman keras akibat intersepsi di udara.
Serangan terjadi hanya sehari setelah operasi besar-besaran Israel yang disebut sebagai pukulan telak terhadap Hizbullah.
Menteri Pertahanan Israel Katz menyebut operasi itu sebagai “serangan yang sangat kuat ke wajah organisasi tersebut.”
“Lebih dari 200 militan telah dilumpuhkan dalam operasi terbaru, sehingga totalnya melampaui 1.400 sejak konflik berlangsung,” kata Katz.
"Hizbullah kini berada dalam kebingungan besar dan mendesak gencatan senjata.”
Katz juga mengklaim adanya tekanan dari Iran terhadap Hizbollah untuk menghentikan konflik.
“Para patron Iran khawatir Israel akan menghancurkan organisasi itu sepenuhnya,” ujarnya.
Tak hanya di kawasan kawasan Sharon hingga Ashdod, sirene peringatan serangan udara berbunyi di sejumlah wilayah utara Israel, termasuk Haifa, Krayot, dan Acre.
Baca Juga: Mengapa Benjamin Netanyahu Mengubah Namanya? Ini Nama Asli PM Israel
Insiden yang terjadi pada Kamis malam itu memicu kepanikan warga, meski tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan.
Laporan awal menyebutkan sejumlah roket berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara lainnya jatuh di area terbuka.
Berita Terkait
-
Mengapa Benjamin Netanyahu Mengubah Namanya? Ini Nama Asli PM Israel
-
Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan
-
Pemerintah Sebut Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz Belum Jelas
-
Viral Mahasiswa Indonesia Bongkar Listrik di Iran saat Perang
-
AS Kecele? Pakar Bongkar Rahasia Doktrin Mozaik: Iran Hydra, Bukan Ular yang Mati Jika Dipenggal!
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Diperas Rp 300 Juta oleh 4 Pegawai KPK Gadungan, Ahmad Sahroni Tegaskan Tak Ada Ancaman
-
6 Fakta Tragis Siswa SMP di Siak Tewas Saat Ujian IPA, Senapan Rakitan Mendadak Meledak
-
Studi: Panas Kendaraan Naikkan Suhu Kota Hingga 0,35 Derajat Celsius
-
6 Kali Sumbang Kas Negara, Satgas PKH Selamatkan Aset Rp 371 Triliun Sejak Awal Dibentuk
-
Reaksi Israel Usai Disebut Kutukan Kemanusiaan Oleh Menhan Pakistan
-
Gara-Gara Barang Tertinggal, Penumpang Tahan Pintu Whoosh hingga Kereta Telat Berangkat
-
Agar Produk Lokal Dilirik Dunia, Indonesia Mulai Perketat Standar Sertifikat Energi Hijau
-
ASN Jakarta Tetap Layani Publik Meski Ada WFH, Pramono Anung: Kepentingan Masyarakat yang Utama
-
Menaker Usulkan Tambahan 150 Ribu Kuota untuk Magang Nasional 2026
-
Ogah Kecolongan Seperti Riza Chalid! Ini Strategi Kejagung Gembok Samin Tan Sebelum Sasar Pejabat