- Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menyelidiki dugaan unsur pidana atas robohnya tiang tower provider di Kembangan Utara.
- Insiden pada Sabtu pagi tersebut terjadi saat pemasangan selongsong tower yang tidak kuat menahan beban material.
- Kejadian mengakibatkan dua kontrakan rusak serta seorang warga mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan besi tower.
Suara.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Metro Jakarta Barat tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa robohnya tiang tower provider di Jalan KH Hasyim Pondok Cabe, Kelurahan Kembangan Utara. Salah satunya mendalami ada tidaknya unsur pidana dalam insiden yang menimpa rumah kontrakan warga tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu, menyatakan bahwa proses pendalaman tengah dilakukan pihak penyidik untuk mengidentifikasi penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut.
"Kalau untuk proses penyelidikan masih dilakukan pendalaman oleh pihak Reskrim," ujar Wisnu kepada wartawan, Minggu (12/4/2026).
Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, tiang roboh saat sejumlah pekerja sedang melakukan pemasangan selongsong tower Telkomsel setinggi kurang lebih empat meter.
"Menurut keterangan dari saksi, pekerja pada pukul 8 saat pemasangan selongsong tower Telkomsel. Saat itu kondisi selongsong melintir, sehingga membuat tiang penyangga tidak kuat," jelas Wisnu.
Ambruknya material besi tersebut mengenai sedikitnya dua unit bangunan kontrakan di sekitar lokasi.
Insiden ini juga mengakibatkan seorang warga bernama Ahmad (53) mengalami luka ringan di bagian kepala dan telinga. Korban diketahui telah mendapatkan penanganan medis.
Camat Kembangan, Joko Sukarno sebelumnya memastikan aktivitas pemasangan di lokasi kini telah dihentikan total guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Adanya tiang provider yang jatuh saat pemasangan dan menimpa 2 unit kontrakan, ada 1 korban luka ringan di bagian belakang telinga sudah mendapatkan pengobatan," ujar Joko.
Baca Juga: Merusak Tanggul dan Ikan Lokal, Pramono Instruksikan Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta!
Mengenai kerugian harta benda, pihak kecamatan menyebut masih dalam proses penghitungan. Joko menekankan bahwa pihaknya saat ini memprioritaskan keselamatan warga karena akses masuk ke bangunan yang tertimpa masih dinilai mengkhawatirkan.
"Dan untuk korban harta benda masih dalam perhitungan karena akses untuk masuk ke dalam rumah masih mengkhawatirkan. Dan warga yang menjadi korban agar segera mendapat tempat tinggal serta penggantian yang layak," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%
-
Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang