- Pemangkasan anggaran dari Rp118,89 triliun menjadi Rp106,18 triliun dinilai sebagai langkah yang sudah diperhitungkan pemerintah.
- Kementerian PU akan tetap fokus pada pembangunan, khususnya infrastruktur berbasis masyarakat untuk membantu ekonomi lapisan bawah.
- Minat investor asing terhadap proyek jalan, tol, terowongan, dan flyover disebut cukup tinggi sebagai alternatif pendanaan.
Suara.com - Menteri PU Dody menilai kebijakan efisiensi yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto sudah melalui pertimbangan matang, dan memastikan program infrastruktur tetap berjalan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, tidak mempersoalkan pemangkasan anggaran Kementerian PU pada 2026 dari Rp 118,89 triliun menjadi Rp 106,18 triliun atau dipangkas Rp 12,71 triliun.
Menurut dia, efisiensi oleh Presiden Prabowo Subianto dinilai tidak dilakukan secara sembarangan. Dody mengakui efisiensi anggaran juga sempat dilakukan pada 2025.
"Kemarin kan efisiensi secara normal ya, secara keseluruhan. Tapi begini, saya ini dulu pernah diefisiensi jauh lebih parah daripada ini. Jadi, saya kok tidak pernah takut ya. Maksud saya, ya pasti Pak Presiden melakukan efisiensi pasti ada sebabnya," ujarnya saat konferensi pers di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Dody juga mengaku tidak akan bernegosiasi terkait nominal yang diefisiensikan. Ia mengeklaim Kementerian PU tetap menjalankan program pembangunan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat, meski ada efisiensi anggaran.
Ia menilai, dengan kondisi perekonomian saat ini, keberadaan infrastruktur disebut akan membantu meringankan beban masyarakat.
"Kalau terkait infrastruktur berbasis masyarakat, Dirjen-Dirjen saya ini jagoan semua. Dengan mudah mereka bisa mengalihkan dari beberapa tempat untuk memenuhi infrastruktur berbasis masyarakat," sebutnya.
"Karena bagaimanapun harus kita akui, dalam kondisi ekonomi seperti hari ini, infrastruktur berbasis masyarakat itu lah yang bisa kemudian sedikit memberikan harapan lebih cerah kepada masyarakat yang di bawah ya terutama. Jadi, itu tetap akan kita perhatikan utama," ucap Dody.
Di satu sisi, ia mengaku sempat menemui pihak investor yang berpotensi membiayai sejumlah proyek di Tanah Air. Hasil pertemuan, pihak investor disebut berminat membiayai sejumlah proyek.
Baca Juga: Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit
"Minat investor asing rata-rata ke infrastruktur; jalan, terowongan, flyover. Kita banyak rencana itu. Ada beberapa terowongan yang sedang direncanakan, flyover, dan beberapa jalan tol," pungkas Dody.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
-
Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik
-
Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara
-
Pengamat Ibrahim: Kasus KUR Jember Bukan Kesalahan Bank Penyalur, tetapi Ulah Collection Agent
-
IPO RANS Dihadiri Haji Isam Hingga Boy Thohir, Ini Daftar Pemegang Sahamnya
-
Mini Soccer Fun Match Jadi Ajang Bulog Perkuat Kolaborasi dengan Stakeholder Ketahanan Pangan
-
Prabowo Sebut Banyak BUMN Mau Dijual ke Asing: PT PAL, PT Pindad dan PTDI Dibunuh
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
IHSG Terkoreksi, BEI Sebut Justru Jadi Peluang Investasi Jangka Panjang