- Amerika Serikat mengerahkan dua kapal perang ke Selat Hormuz pada Senin (13/4) untuk menjalankan misi pembersihan ranjau laut.
- Pemerintah Iran membantah klaim Amerika Serikat dan menegaskan bahwa militer mereka tetap memegang kendali penuh wilayah tersebut.
- Ketegangan di jalur strategis distribusi energi global ini tetap berlanjut meskipun kedua negara tengah melakukan perundingan di Islamabad.
Suara.com - Amerika Serikat mengklaim dua kapal perangnya telah melintasi Selat Hormuz dalam misi pembersihan ranjau laut.
Namun, Iran langsung membantah pernyataan tersebut dan menegaskan kendali penuh atas jalur strategis itu tetap berada di tangan mereka.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut dua kapal perusak, USS Frank E. Peterson dan USS Michael Murphy, berhasil beroperasi di kawasan tersebut.
Misi ini diklaim sebagai bagian dari upaya membuka jalur aman bagi pelayaran global yang sempat terganggu akibat ranjau.
“Ini adalah awal dari pembentukan jalur aman baru untuk mendorong arus perdagangan bebas,” kata Laksamana AS Brad Cooper dilansir dari NY Post, Senin (13/4).
Brad Cooper menyebut langkah tersebut sebagai titik balik dalam konflik melawan Iran.
Namun, militer Iran melalui markas Khatam al-Anbiya dengan tegas membantah klaim tersebut.
“Masuknya kapal Amerika ke Selat Hormuz tidak benar. Kendali pergerakan kapal sepenuhnya berada di tangan angkatan bersenjata Iran,” tegas juru bicara militer Iran dikutip dari Tasnim News.
Garda Revolusi Iran (IRGC) juga memperingatkan akan memberikan respons keras terhadap setiap kapal militer asing yang mencoba memasuki wilayah tersebut. Ancaman ini menambah ketegangan di jalur yang menjadi urat nadi energi dunia.
Baca Juga: Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas global.
Sejak konflik pecah, Iran membatasi akses dan hanya mengizinkan kapal tertentu melintas, sehingga mengganggu perdagangan internasional.
Analis menilai jika kapal AS benar-benar melintas bebas, hal itu kemungkinan besar terjadi dengan izin Iran.
“Tanpa persetujuan Teheran, mustahil armada AS bergerak leluasa di selat itu,” ujar analis keamanan Maria Sultan seperti dilansir dari Al Jazeera.
Ketegangan ini terjadi di tengah perundingan intensif antara delegasi AS dan Iran di Islamabad. Pertemuan tersebut menjadi dialog tingkat tinggi pertama sejak Revolusi Iran 1979.
Namun, kedua pihak masih berselisih dalam isu krusial, termasuk program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz.
Jalur ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam negosiasi yang belum menunjukkan tanda kesepakatan.
Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya telah memulai proses membuka kembali Selat Hormuz demi kepentingan global.
“Kami melakukannya sebagai bantuan untuk banyak negara di dunia,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Survei Global: Warga Amerika Serikat Khawatir dan Stres dengan Keputusan Donald Trump
-
Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel
-
Breakingnews! Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz dan Laut Iran
-
Kemhan Klarifikasi Isu Prabowo Teken Perjanjian Militer soal Pesawat AS Bebas Melintas di Indonesia
-
Arab Saudi Tambah Pasokan Minyak Lewat Jalur Alternatif saat AS Blokade Selat Hormuz
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua