- Lebih dari 60 persen kapal cepat Garda Revolusi Iran tetap siaga tempur di Selat Hormuz meski telah diserang.
- Strategi asimetris Iran dengan kapal lincah dan fasilitas bawah tanah terbukti efektif mengganggu jalur pelayaran energi global.
- Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade laut untuk menghalau kapal Iran dan mengamankan kembali jalur distribusi minyak.
Suara.com - Lebih dari 60 persen kapal serangan cepat milik Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan masih dalam siaga tempur meski telah digempur oleh serangan udara AS dan Israel selama enam pekan.
Menurut laporan NY Post, meski lebih dari 155 kapal militer Iran disebut telah dihancurkan, kapal-kapal cepat IRGC dalam siaga tempur di selat Hormuz, seiring perundingan damai yang berakhir tanpa kesepakatan.
Analis militer menyebut keunggulan utama armada IRGC terletak pada ukuran kecil dan kecepatan tinggi.
Kapal-kapal ini sulit terdeteksi satelit dan dapat bersembunyi di fasilitas bawah tanah di sepanjang pesisir berbatu.
“Membutuhkan waktu lama bagi AS untuk menyingkirkan semua armada itu,” kata mantan pejabat Angkatan Laut Inggris di Teluk Persia, Chris Long kepada NY Post, Senin (13/4).
Strategi ini merupakan hasil evaluasi Iran sejak konflik Tanker War pada 1980-an, ketika sebagian besar armada mereka dihancurkan dalam waktu singkat.
Sejak saat itu, Iran beralih ke strategi asimetris dengan mengandalkan kapal cepat bersenjata ringan namun lincah.
Dalam beberapa latihan militer terakhir, kapal-kapal tersebut diperlihatkan dilengkapi peluncur roket dan kemampuan menebar ranjau laut.
Kemampuan ini dinilai efektif dalam mengganggu jalur pelayaran dan memperlambat pergerakan kapal dagang.
Baca Juga: Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
Data terbaru menunjukkan sedikitnya 50 serangan telah dilancarkan terhadap kapal di kawasan Teluk dan Selat Hormuz sejak konflik pecah.
Dampaknya, distribusi energi global terganggu dan harga minyak mengalami lonjakan signifikan.
“Strategi asimetris mereka bekerja,” ujar David Des Roches, mantan pejabat kebijakan Teluk Persia di Departemen Pertahanan AS.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan pihaknya bersama sekutu akan mengerahkan kapal penyapu ranjau dan kapal perusak untuk membuka kembali jalur pelayaran.
Langkah ini ditujukan untuk membebaskan lebih dari 2.000 kapal yang saat ini tertahan di kawasan tersebut.
Donald Trump juga memerintahkan Angkatan Laut AS untuk segera memblokade Selat Hormuz setelah perundingan damai dengan Iran berakhir tanpa kesepakatan.
Berita Terkait
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
-
Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat
-
3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?
-
LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran
-
AS Klaim Tembus Selat Hormuz, Iran Bantah Keras: Siapa yang Sebar Hoax?
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua