- Kepala IMO Arsenio Dominguez menyatakan rencana Iran menarik biaya di Selat Hormuz melanggar hukum pelayaran internasional.
- Kebijakan tarif tersebut memicu penurunan aktivitas pelayaran drastis serta mengancam stabilitas distribusi energi global saat ini.
- Konflik di Selat Hormuz berdampak buruk bagi keselamatan sekitar 20.000 pelaut yang terjebak di kawasan tersebut.
Suara.com - Kepala Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB, Arsenio Dominguez, menegaskan rencana Iran menarik biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz melanggar hukum internasional.
Dominguez meminta komunitas global menolak kebijakan tersebut karena berpotensi merusak sistem pelayaran dunia.
“Negara tidak memiliki hak untuk mengenakan biaya atau pungutan di selat seperti ini,” ujar Dominguez dilansir dari Aljazeera, Senin (13/4).
“Pengenaan tarif adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum internasional," imbuhnya.
Pernyataan itu muncul di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta kegagalan perundingan damai yang berlangsung di Pakistan.
Iran sebelumnya mengisyaratkan akan tetap mengenakan tarif bahkan setelah perang berakhir.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sempat mengusulkan skema kerja sama pengelolaan pembayaran antara Washington dan Teheran.
Dominguez memperingatkan bahwa penerapan tarif akan menciptakan preseden berbahaya bagi pelayaran internasional.
Dominguez bahkan menyerukan agar negara dan operator kapal tidak mengikuti skema tersebut.
Baca Juga: Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz
Data menunjukkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz turun drastis sejak konflik dimulai.
Hanya sekitar 22 kapal yang melintas dalam beberapa hari terakhir, jauh dibandingkan rata-rata 135 kapal per hari sebelum perang.
Situasi ini berdampak langsung pada distribusi minyak dan gas global, sekaligus menekan stabilitas ekonomi dunia.
Selain itu, ribuan pelaut kini terjebak di kawasan Teluk tanpa kepastian.
“Saya sangat khawatir terhadap sekitar 20.000 pelaut yang terdampak. Semakin lama situasi ini berlangsung, semakin besar dampak negatifnya,” kata Dominguez.
Dominguez menegaskan solusi utama tetap pada penghentian konflik.
Berita Terkait
-
Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
-
Donald Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Iran Ancam Tindak Tegas Jika Kapal Militer Mendekat
-
3 Supertanker Mulus Lewat Selat Hormuz Bawa Minyak dari Arab dan UEA, Kok Bisa?
-
LENGKAP Pernyataan Resmi Komando Pusat Amerika Serikat Putus Akses ke Pelabuhan Iran
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua