- Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Donald Trump naik tipis setelah pengumuman gencatan senjata dengan Iran pada April 2020.
- Berbagai jajak pendapat mencatat mayoritas warga Amerika Serikat tetap memberikan penilaian negatif terhadap kinerja kepemimpinan Donald Trump tersebut.
- Popularitas Trump berada di posisi menengah ke bawah jika dibandingkan dengan tingkat persetujuan presiden Amerika Serikat periode sebelumnya.
Suara.com - Tingkat kepercayaan publik terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan kenaikan tipis di tengah dinamika perang melawan Iran.
Dari data terbaru yang dirilis USA Today, Senin (13/4), mayoritas warga Amerika masih memberikan penilaian negatif terhadap kinerja Donald Trump.
Rata-rata jajak pendapat terbaru dari RealClearPolling pada periode 20 Maret hingga 9 April mencatat tingkat persetujuan (approval rating) Trump berada di angka 41,7 persen, sementara 56,3 persen responden menyatakan tidak puas.
Survei lain menunjukkan hasil serupa. Jajak pendapat Reuters/Ipsos mencatat hanya 36 persen responden yang menyatakan puas, sementara 62 persen tidak puas terhadap kinerja Trump sebagai presiden.
Sementara itu, rata-rata harian The New York Times menunjukkan tingkat persetujuan sebesar 40 persen dan penolakan 56 persen.
Polling dari Associated Press-NORC juga mencatat angka 38 persen setuju dan 60 persen tidak setuju.
Beberapa lembaga mencatat angka yang sedikit lebih tinggi.
Rasmussen Reports dan Morning Consult sama-sama menunjukkan tingkat persetujuan mencapai 45 persen, meski tetap di bawah tingkat penolakan publik.
Kenaikan tipis ini terjadi setelah Trump mengumumkan gencatan senjata dua pekan dengan Iran.
Baca Juga: Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan
Kesepakatan tersebut muncul setelah sebelumnya ia melontarkan ancaman keras terhadap infrastruktur energi dan transportasi Iran.
Namun, situasi kembali memanas setelah serangan Israel ke Lebanon dan ketegangan di Selat Hormuz, serta kesepakatan damai di Islamabad yang tidak menemui titik terang.
Dari sisi historis, angka persetujuan Trump saat ini tidak jauh berbeda dengan rata-rata masa jabatan pertamanya yang berada di kisaran 41 persen.
Trump bahkan meninggalkan Gedung Putih pada 2021 dengan tingkat persetujuan 34 persen.
Jika dibandingkan dengan para pendahulunya, posisi Trump masih tertinggal dari mantan presiden AS lainnya, seperti Joe Biden: 40%, Barack Obama: 59%, Bill Clinton: 66% dan Ronald Reagan: 63%
Perbandingan ini menempatkan Trump di level menengah ke bawah dalam hal popularitas publik.
Berita Terkait
-
Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan
-
Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko
-
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional
-
Perundingan Damai Gagal, Armada Angkatan Laut Iran Siap Tempur di Selat Hormuz
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik