-
Donald Trump mengancam akan menghancurkan fasilitas energi dan jaringan listrik Iran secara total.
-
Perundingan diplomatik di Islamabad gagal mencapai kesepakatan sehingga memicu blokade laut Amerika Serikat.
-
CENTCOM siap menutup akses Selat Hormuz bagi seluruh kapal mulai Senin malam waktu Indonesia.
Suara.com - Ketegangan geopolitik mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat mengancam akan melumpuhkan seluruh sektor energi Iran secara permanen.
Langkah drastis ini mencakup penghancuran total pembangkit listrik dan fasilitas vital lainnya hanya dalam hitungan jam.
Dikutip dari FOX News, Gedung Putih kini mematangkan opsi serangan udara terbatas yang dikombinasikan dengan blokade maritim yang sangat ketat.
Kebijakan ini diambil sebagai respon langsung atas kebuntuan negosiasi diplomatik yang berlangsung di Islamabad, Pakistan.
Dunia internasional kini menyoroti potensi lonjakan harga minyak akibat penutupan jalur perdagangan paling strategis di dunia.
"Saya bisa menghancurkan Iran dalam sehari. Saya bisa menjatuhkan satu fasilitas dalam satu jam. Saya bisa menghancurkan seluruh sektor energi mereka, termasuk semua pembangkit listriknya," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News.
Donald Trump secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk meratakan jaringan listrik Iran hingga harus dibangun dari nol.
Selain sektor energi, sasaran militer Amerika Serikat juga mencakup jembatan-jembatan strategis di seluruh wilayah kedaulatan Iran.
Fokus utama serangan ini adalah memutus rantai distribusi logistik dan mobilitas pasukan dalam negeri Iran secara cepat.
Baca Juga: Tak Peduli Keselamatan Pemain, FIFA Tolak Permintaan Iran Main di Meksiko
Rencana penghancuran ini dipandang sebagai upaya Washington untuk memaksa Teheran tunduk di bawah tekanan ekonomi maksimum.
Blokade Total di Jalur Selat Hormuz
Amerika Serikat secara resmi menginstruksikan Angkatan Laut untuk menutup akses transportasi di wilayah perairan Selat Hormuz.
Setiap kapal tanpa pengecualian dilarang melintasi jalur tersebut untuk memutus akses keluar-masuk komoditas perdagangan milik Iran.
Donald Trump secara tegas memerintahkan pasukannya untuk melacak dan mencegat setiap kapal yang kedapatan membayar upeti kepada Teheran.
Blokade laut ini bertujuan menghentikan aliran dana segar ke kas negara Iran melalui sektor jasa transportasi maritim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua