- Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyindir kebijakan tarif Donald Trump dalam pidatonya di Montreal pada Sabtu, 11 April 2026.
- Kebijakan boikot produk Amerika Serikat di Kanada menyebabkan ekspor alkohol AS ke Kanada anjlok 70 persen sepanjang 2025.
- Pemerintah Kanada kini memprioritaskan kemandirian ekonomi melalui kampanye nasional guna mengurangi ketergantungan perdagangan dan militer terhadap Amerika Serikat.
Suara.com - Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, melontarkan sindiran telak kepada Presiden AS, Donald Trump lewat candaan soal bourbon dalam pidatonya di Konvensi Partai Liberal di Montreal, Sabtu (11/4/2026).
"Apa ada yang baru minum bourbon belakangan ini?" ucap Carney, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Carney kemudian menegaskan bahwa warga Kanada kini mulai “menemukan kembali negaranya sendiri” dengan mengurangi konsumsi produk Amerika.
Pidato tersebut menyoroti dampak nyata dari gerakan boikot produk AS di Kanada.
Sejak kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan Trump, sejumlah provinsi di Kanada menarik minuman beralkohol asal Amerika dari rak-rak penjualan.
Laporan dari Distilled Spirits Council of the United States menyebut ekspor alkohol AS ke Kanada anjlok hingga 70 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tajam ini menjadi salah satu pukulan terbesar bagi industri minuman keras Amerika.
Hubungan Kanada-AS Memanas
Ketegangan antara dua negara yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat semakin terasa sejak Trump kembali ke Gedung Putih.
Baca Juga: Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu
Selain tarif impor, pernyataan Trump yang menyebut Kanada sebagai negara bagian ke-51 juga memperkeruh hubungan diplomatik.
Situasi ini mendorong munculnya gerakan “Buy Canadian”, yang mengajak masyarakat untuk mengutamakan produk dalam negeri.
Dalam pidatonya, Carney menegaskan arah kebijakan baru pemerintahannya: memperkuat kemandirian ekonomi Kanada dan mengurangi ketergantungan pada Amerika Serikat.
“Dengan kebijakan Buy Canadian, setiap belanja pemerintah akan memprioritaskan pemasok dalam negeri,” tegasnya seperti dilansir dari Newsweek, Senin (14/3).
“Era di mana militer kami mengirim 70 sen dari setiap dolar ke Amerika sudah berakhir.”
Carney menargetkan Kanada mampu menggandakan ekspor non-AS hingga mencapai 300 miliar dolar dalam satu dekade ke depan.
Carney menilai perubahan besar justru dimulai dari tindakan kecil masyarakat.
Carney mencontohkan warga yang memilih anggur lokal Okanagan ketimbang produk California, atau keluarga yang berlibur di dalam negeri alih-alih ke Florida.
“Ini adalah tindakan solidaritas kecil, tapi dilakukan jutaan kali. Dan bersama-sama, itu menjadi pernyataan besar, kita adalah penentu nasib kita sendiri,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Wapres AS Kena Troll Kedubes Iran: Gagal Pimpin Negosiasi dan Disorot Usai Orban Kalah Pemilu
-
Unggah Foto Bak Yesus, Trump Serang Paus Leo XIV: Dasar Pemimpin Lemah!
-
Tegas! PM Kanada Putus Ketergantungan kepada AS, Mark Carney: Kami Akan Berdikari
-
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup
-
Perundingan Damai Gagal, Pemerintah Serukan Rakyat Iran Turun ke Jalan Tantang AS
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi
-
Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?
-
Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026
-
Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?
-
Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim
-
Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel
-
Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati
-
Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi