- Perdana Menteri Mark Carney menegaskan Kanada akan mengakhiri ketergantungan militer terhadap Amerika Serikat melalui kebijakan kemandirian industri pertahanan.
- Pemerintah Kanada memprioritaskan penggunaan material serta tenaga kerja domestik guna memperkuat ekonomi nasional di tengah ancaman tarif Amerika.
- Kanada akan menjalin kerja sama pertahanan dengan Uni Eropa dan Inggris untuk melipatgandakan ekspor non-Amerika dalam satu dekade.
Suara.com - Perdana Menteri baru Kanada, Mark Carney menegaskan negaranya akan mengakhiri ketergantungan lama pada Amerika Serikat dalam sektor militer.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan dagang dan dinamika geopolitik global.
Berbicara di konvensi nasional Partai Liberal di Montreal, Carney menekankan perubahan arah kebijakan pertahanan.
“Hari-hari ketika militer kami mengirim 70 sen dari setiap dolar ke Amerika Serikat telah berakhir,” ujarnya dilansir dari News Week, Senin (14/3).
Carney menegaskan pentingnya kedaulatan ekonomi dan persatuan nasional sebagai fondasi kebijakan baru.
Pemerintah akan memprioritaskan penggunaan material dan tenaga kerja dalam negeri untuk memperkuat industri nasional.
“Kami akan membangun Kanada yang kuat dengan baja Kanada, aluminium Kanada, kayu Kanada, dan pekerja Kanada,” kata Carney.
Carney juga menyoroti kebijakan Buy Canadian sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekonomi domestik.
Langkah ini diambil di tengah kebijakan tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap Kanada.
Baca Juga: Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!
Carney menyebut tarif tersebut sebagai ancaman langsung, namun menilai tantangan jangka panjang adalah menjaga persatuan nasional.
Selain memperkuat industri dalam negeri, Kanada juga berencana memperluas kemitraan global di sektor pertahanan.
Ottawa akan meningkatkan kerja sama dengan Uni Eropa dan Inggris guna mengurangi ketergantungan pada AS.
Strategi Industri Pertahanan yang baru menargetkan peningkatan kontrak bagi perusahaan domestik hingga 70 persen.
Saat ini, hampir setengah produksi pertahanan Kanada diekspor, dengan sekitar 69 persen mengalir ke AS dan sekutunya.
Pemerintah Kanada juga menargetkan untuk melipatgandakan ekspor non-AS dalam satu dekade ke depan.
Berita Terkait
-
Donald Trump Perintahkan CENTCOM Cegat Semua Kapal di Selat Hormuz: Hancurkan Iran!
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Survei Terbaru: Sempat Naik Tipis, Popularitas Trump Menukik Efek Selat Hormuz Masih Ditutup
-
Warga Iran Terancam Kelaparan Usai AS Blokade Pelabuhan Teheran, Bahkan Ada Dampak Buruk Lanjutan
-
Iran Ngotot Pungut Biaya di Selat Hormuz, PBB: Pelanggaran Hukum Internasional
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Satu Keluarga Asal Ambarawa Ditemukan Tewas di Tempat Wisata Temanggung, Ini Kronologinya
-
Dugaan Riset Palsu WNI di Denmark Ikut Jadi Perbincangan di Australia
-
Ungkit UU, Habiburokhman Sebut 1.098 Sapi Kurban Presiden Pakai Dana APBN Sah Secara Syari
-
Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI
-
Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari
-
Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi
-
Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?
-
Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026
-
Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?
-
Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim