- Mendagri Tito Karnavian mendukung perpanjangan Dana Otonomi Khusus Aceh sebesar 2 persen dalam rapat bersama DPR RI di Jakarta.
- Usulan tersebut bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi serta memperbaiki kerusakan infrastruktur akibat bencana alam masif yang melanda wilayah Aceh.
- Dukungan ini diberikan karena beban fiskal daerah sangat berat untuk memperbaiki ribuan sekolah dan rumah warga yang terdampak.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, menyatakan dukungannya terhadap aspirasi masyarakat dan Pemerintah Daerah Aceh untuk memperpanjang masa berlaku Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh.
Selain perpanjangan durasi, Tito juga menyarankan agar besaran dana tersebut dikembalikan menjadi 2 persen dari plafon Dana Alokasi Umum (DAU) nasional.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, bahwa usulan ini didasari oleh kondisi ekonomi Aceh yang masih menghadapi tantangan besar, di mana tingkat kemiskinan dan pengangguran masih berada di atas rata-rata nasional dan wilayah Sumatera.
Namun, faktor yang paling mendesak kekinian adalah dampak bencana alam yang masif yang melanda Aceh beberapa waktu lalu.
"Kami melihat (usulan perpanjangan Otsus) cukup rasional. Terutama melihat bencana yang terjadi November lalu. Saya sebagai Ketua Satgas memperkirakan timeline menuju pemulihan fungsional saja butuh 2-3 bulan ke depan, sementara pemulihan permanen bisa memakan waktu hingga tiga tahun," ujar Tito.
Ia memaparkan kondisi lapangan yang memprihatinkan, di mana cuaca ekstrem terus menghambat proses pemulihan.
Ia mencontohkan wilayah Pidie Jaya yang berkali-kali dilanda banjir lumpur meski telah dilakukan pembersihan.
Hal serupa terjadi di Tapanuli Tengah dan Aceh Tengah, di mana hujan lebat memicu longsor yang kembali memutus akses jalan dan jembatan.
Baca Juga: Buka Musrenbang Provinsi Sulut, Mendagri Ajak Pemda Tangkap Program Prioritas Nasional
"Minggu lalu di Aceh Tengah jalan longsor lagi, jembatan terseret lagi. Dua hari lalu di Pidie Jaya banjir lagi, Bupati lapor lumpur setinggi 50-80 cm masuk lagi padahal sudah diperbaiki. Ini situasi yang sangat sulit di lapangan," tuturnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, dampak kerusakan infrastruktur di Aceh sangat besar, meliputi:
Lebih dari 4.000 fasilitas pendidikan (sekolah) yang terdampak.
Hampir 36.000 unit rumah warga yang hilang atau mengalami rusak berat.
79 sungai yang mendesak untuk dilakukan normalisasi karena pendangkalan lumpur, dengan panjang pengerukan mencapai puluhan kilometer.
Melihat beban fiskal daerah yang berat untuk membiayai pemulihan infrastruktur permanen, Tito menganggap perlu adanya kebijakan khusus terkait dana Otsus.
Berita Terkait
-
Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon
-
Biaya Registrasi SIM Biometrik Mahal, Komdigi Minta Keringanan ke Tito dan Purbaya
-
Mendagri Ingatkan Pemda Kreatif Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah
-
Buka Musrenbang Provinsi Sulut, Mendagri Ajak Pemda Tangkap Program Prioritas Nasional
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Dari Marie Curie hingga Dinosaurus: Bagaimana Buku Ini Membuka Pintu Dunia Sains untuk Anak-Anak?
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok