- Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan pemerintah pusat tidak memotong dana desa dan hanya membenahi tata kelola penyalurannya.
- Pemerintah mengembangkan Koperasi Desa untuk memutus rantai rentenir serta mendistribusikan kebutuhan pokok masyarakat secara efisien dan terukur.
- Program Koperasi Desa di seluruh wilayah bertujuan mempercepat pemerataan ekonomi serta mengentaskan kemiskinan melalui pembagian hasil usaha warga.
Suara.com - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan bahwa dana desa tidak dipotong oleh pemerintah pusat. Ia memastikan kebijakan yang dilakukan pemerintah hanya sebatas pembenahan tata kelola agar pemanfaatannya lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Jadi, (dana desa) tidak diambil oleh pusat. Presiden Prabowo Subianto atau Menteri Desa tidak pernah mengambil dana desa, tidak," kata Yandri, dikutip dari Antara, Senin.
Menurut Yandri, pemerintah saat ini tengah memperkuat sistem pengelolaan dana desa melalui pengembangan unit-unit usaha produktif di tingkat desa. Langkah ini dilakukan untuk menekan praktik rentenir, memutus mata rantai tengkulak, hingga memperkuat distribusi kebutuhan pokok seperti pupuk dan gas.
"Diubah tata kelolanya, dibuat unit usaha yang tadi fungsinya untuk menghilangkan rentenir, menghapus tengkulak, menjadi off taker, penyaluran pupuk, gas dan sebagainya,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan Yandri saat meninjau Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Bubung di Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Dalam kesempatan itu, ia membantah isu yang menyebut dana desa telah dipangkas pemerintah pusat.
“Jadi ini (Kopdes) program yang mulia, jadi kalau ada yang bilang dana desa dipotong oleh pusat, tidak. Ini dibuat tata kelolanya yang lebih masif, lebih banyak dan lebih terukur,” kata dia.
Mantan Wakil Ketua MPR RI itu menilai keberadaan Kopdes Merah Putih di seluruh desa akan menjadi instrumen penting dalam mewujudkan visi pembangunan pemerintahan Prabowo, khususnya pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan dari desa.
Ia menilai pemerataan ekonomi harus diperkuat agar kesenjangan antardaerah tidak semakin melebar. Karena itu, Yandri menyebut Kopdes Merah Putih bisa menjadi alternatif utama dalam distribusi kebutuhan masyarakat desa.
Bahkan, ia mengusulkan agar izin baru untuk ritel modern dibatasi, karena sebagian fungsinya dinilai bisa digantikan oleh koperasi desa.
Baca Juga: Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
Yandri juga mengajak masyarakat desa untuk aktif terlibat dalam menyukseskan program Kopdes Merah Putih. Menurut dia, jika koperasi berjalan baik, manfaat ekonominya akan kembali langsung ke warga.
Ia menjelaskan, sebanyak 80 persen sisa hasil usaha koperasi akan dibagikan kepada anggota yang merupakan masyarakat desa, sedangkan 20 persen sisanya akan masuk sebagai pendapatan asli desa.
Berita Terkait
-
Respons Kritik JK ke Pemerintahan Prabowo, Kaesang: Kita Butuh Suasana Tenang, Bukan Kegaduhan
-
Prabowo Subianto Temui Vladimir Putin di Moskow, Seskab Teddy Ungkap Agendanya
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Vladimir Putin Siap Bersua Prabowo Subianto di Moskow, Isu Energi hingga Global Dibahas
-
Kisah Haru Prabowo di Munas IPSI, 34 Tahun Mengabdi Kembangkan Pencak Silat
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban