- Negosiasi 21 jam antara AS dan Iran di Islamabad berakhir buntu karena Teheran menolak keras tuntutan penghentian total program nuklirnya.
- Presiden AS Donald Trump mengancam akan memblokade Selat Hormuz dan menghancurkan setiap pasukan Iran yang berani melawan.
- Iran merespons tegas ancaman tersebut dengan menyiagakan armada militer untuk menyerang kapal perang asing yang mendekati wilayahnya.
Harga Mati Program Nuklir
Garda Revolusi Iran juga merilis pernyataan kedua yang membantah klaim pejabat musuh dengan menegaskan bahwa lalu lintas perairan sipil tetap aman dan terkendali.
Namun, mereka menggarisbawahi bahwa kehadiran kapal militer dengan dalih apa pun di wilayah tersebut akan memancing respons serangan balik yang sangat keras.
Kebuntuan negosiasi panjang ini terjadi karena AS bersikeras menyodorkan proposal sepihak yang menuntut penghentian total program nuklir Iran.
Permintaan tersebut langsung ditolak mentah-mentah oleh Teheran yang kemudian menyodorkan rancangan tawaran balasannya sendiri.
Wakil Presiden AS JD Vance mengklaim kegagalan diplomasi ini murni terjadi karena Iran menolak menerima batasan garis merah yang telah ditetapkan oleh Washington.
Jejak Kegagalan Tekanan Militer AS
Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa tuntutan AS yang terlalu berlebihan menjadi biang keladi runtuhnya kerangka kesepakatan bersama dalam pembicaraan tersebut.
Kementerian Luar Negeri Iran melalui pernyataan resminya memastikan bahwa negara tersebut tidak akan pernah mundur selangkah pun terkait hak berdaulat atas program nuklirnya.
Kegagalan diplomasi ini seolah mengulang hasil nihil dari pembicaraan Jenewa pada bulan Februari lalu yang berakhir tanpa solusi konkret.
Tekanan militer besar-besaran AS selama 38 hari yang menghantam lebih dari 13.000 target rupanya tetap tidak mampu memaksa pemerintahan Teheran untuk menyerah.
Berdasarkan analisis The New York Times, sejarah krisis pasokan minyak global membuktikan bahwa peperangan terbuka di Selat Hormuz akan menghancurkan 20 persen jalur energi dunia jika AS gagal menyelesaikan masalah ini di meja perundingan.
Berita Terkait
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Vokalis Legenda Hardcore Punk Ngomel ke Penonton Pendukung Trump: Lo Ngerti Lirik Kami Gak?
-
Saling Balas Serangan! Iran Targetkan Pangkalan Militer AS Setelah Washington Gempur Bandar Abbas
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
IMM Minta Polemik Sapi Kurban Presiden Prabowo Disudahi: Tak Langgar Aturan dan Banyak Manfaatnya
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra