News / Nasional
Senin, 13 April 2026 | 14:08 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026). [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyoroti fenomena inflasi pengamat yang dinilai menyampaikan opini tidak akurat di Jakarta.
  • Arifki Chaniago menyatakan istilah inflasi pengamat merujuk pada pengamat yang bersikap politis dan menjadi tim sukses pemilu.
  • Fenomena ini menjadi peringatan bagi partai oposisi karena kritik yang mandul memicu munculnya komentar dari figur personal.

Namun, Teddy menekankan fakta di lapangan menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap tinggi.

"Dan teman-teman coba Anda perhatikan dari sebagian besar pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha mempengaruhi warga, membentuk opini publik, bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden. Jadi pengamat-pengamat itu sudah memengaruhi warga. Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Nah, itu adalah bukti nyata kepercayaan publik, bukan suatu asumsi ya," tegasnya.

Meski pemerintah terbuka terhadap kritik dan perbedaan pendapat, Teddy mengingatkan agar setiap pernyataan publik tetap menjaga suasana kondusif dan tidak provokatif.

"Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat, silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini ya. Semuanya stabil, semuanya terkendali, dan ya, mari kita sama-sama untuk mencapai yang terbaik ke depan. Kemudian satu lagi, kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini ya," lanjut Teddy.

Ia memastikan pemerintah terus bekerja keras memperbaiki berbagai kekurangan yang ada.

Teddy juga menegaskan bahwa pemerintah sangat menghargai masukan dan kritik konstruktif untuk menyempurnakan program-program negara.

"Semuanya, termasuk Anda rekan-rekan pers, semuanya bekerja keras. Tentu belum sempurna, kami terima kritik, terima masukan. Nah, secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin. Itu aja dari saya," pungkasnya.

Load More