- Kejati Jakarta menggeledah kantor Kementerian PU pada Kamis (9/4/2026) terkait proses hukum yang sedang berlangsung saat ini.
- Penyidik menyita 16 item barang bukti, termasuk dokumen internal, catatan penting, dan satu unit komputer dari kementerian.
- Seskab Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah mendukung penuh penegakan hukum sesuai arahan Presiden untuk memberantas segala bentuk penyimpangan.
Suara.com - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa pemerintah bersikap terbuka dan mendukung penuh langkah penegakan hukum terkait penggeledahan kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) oleh tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jakarta pada Kamis (9/4/2026).
Ia mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang harus dihormati. Ia juga mengungkapkan bahwa Menteri PU, Dody Hanggodo, sempat menemuinya sebelum penggeledahan tersebut terjadi.
"Ya. Silakan digeledah. Tadi malam kan? Oke. Dan malam sebelumnya kebetulan Pak Menteri PU juga ke tempat saya. Jadi intinya kita terbuka untuk hukum," ujar Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
Teddy menegaskan bahwa sikap terbuka ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang berkomitmen pada pemberantasan penyimpangan dan penegakan keadilan tanpa pandang bulu.
Menurutnya, siapa pun yang terindikasi terlibat dalam pelanggaran hukum harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku.
"Termasuk Bapak Presiden sering menyampaikan siapa pun bila benar dan kalau terbukti ya, itu silakan diperiksa begitu ya, termasuk keluar dan ke dalam. Dan di Kemen PU kemarin digeledah oleh Kejati Jakarta begitu ya. Itu kira-kira," jelasnya.
Sebelumnya, prahara hukum menyambangi kementerian yang kini dipimpin Dody Hanggodo. Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta digeledah tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) pada Kamis (9/4/2026). Menteri PU, Dody Hanggodo, akhirnya buka suara terkait rincian barang-barang yang diangkut oleh aparat penegak hukum tersebut.
Dody mengungkapkan, setidaknya ada 16 item yang dibawa oleh penyidik sebagai bagian dari pendalaman kasus yang tengah bergulir. Sebagian besar barang sitaan tersebut merupakan tumpukan dokumen dan catatan internal kementerian.
"Ada lumayan banyak. Catatan-catatan, buku. Ada 16 item, rata-rata sih buku catatan, tidak ada yang lain," ujar Dody saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian PU, Jumat (10/4/2026).
Baca Juga: Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
Tak hanya sekadar berkas di atas meja, penyidik Kejati tampaknya menyisir berbagai sudut strategis di lingkungan kementerian. Dody menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan di beberapa lantai, bahkan merembet ke unit teknis.
Selain dokumen fisik, satu unit personal computer (PC) juga turut diamankan. Namun, Dody mengaku tidak mengetahui secara pasti dari ruangan mana perangkat elektronik tersebut berasal karena minimnya keterangan label pada unit tersebut.
Menariknya, penyidik juga menyasar ruang kerja sang Menteri. Dody mengaku melihat beberapa dokumen yang selama ini berada di atas meja kerjanya ikut disita, termasuk berkas-berkas penting terkait hasil audit.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai detail kasus yang melatarbelakangi penggeledahan tersebut. Penyerahan barang bukti sendiri telah dilakukan secara administratif dari pihak kementerian yang diwakili Rio Septianto kepada pihak penyidik, Aditya Satya Lambang Bangsawan.
Berita Terkait
-
Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!
-
Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan
-
Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan
-
Kejati Geledah Kantor Kementerian PU, Menteri Dody: 16 Item Disita, Termasuk PC dan Dokumen Audit
-
Kantor Digeledah Kejati, Menteri PU Pilih 'Pasrah': Saya Tak Mau Ikut Campur
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Meninggal karena Serangan Jantung, Temon Sempat Dilarikan ke RSUD Mampang
-
Mantan Emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Meninggal Dunia
-
Akrab di GBK, Intip Gestur Hormat Jaksa Agung-Panglima TNI dan Kapolri Sambut Prabowo
-
LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
-
Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa Resmi Ditetapkan, Apa Maknanya?
-
BNI Dorong UMKM Batik Bertransaksi Digital melalui Promo di Puspa Nuswantara 2026
-
Cak Imin Tegaskan PBNU Butuh Pemimpin Baru: Yang Lama Nggak Ada Perubahan
-
Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri
-
Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah
-
Lantik Pengurus Aceh, Bahlil Tegaskan Golkar Dukung Prabowo Sampai Selesai