Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
- Presiden Donald Trump meluncurkan operasi blokade laut di Selat Hormuz mulai Senin, 14 Maret pukul 10.00 waktu Washington.
- Angkatan Laut AS melakukan pengawasan ketat, pemeriksaan, hingga penyitaan terhadap kapal yang masuk atau keluar pelabuhan Iran.
- Tindakan tersebut bertujuan melumpuhkan ekonomi Iran namun berpotensi memicu konflik terbuka dengan berbagai negara serta pihak terkait.
Perintah Tembak di Tempat
Donald Trump juga memberi sinyal keras terkait aturan keterlibatan militer.
“Siapa pun yang menembak kami akan dilenyapkan,” ujarnya di akun media sosial miliknya.
Iran diperkirakan tidak akan tinggal diam. Garda Revolusi telah memperingatkan bahwa setiap tindakan di selat akan dianggap pelanggaran gencatan senjata.
Analis militer AS memprediksi Iran akan mengerahkan taktik asimetris seperti kapal cepat, ranjau laut, dan drone untuk mengganggu operasi AS.
Bahkan, serangan terhadap infrastruktur minyak negara Teluk juga menjadi potensi balasan.
Komentar
Berita Terkait
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
Siapa Yang Tanggung Tekor SPBU Swasta?
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?
Terpopuler
Pilihan
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
Terkini
-
Klaim Donald Trump: Sejumlah Negara di Kawasan Teluk Persia Bantu AS Blokade Selat Hormuz
-
Panas Sengketa Lahan di Menteng, Temasra Jaya Somasi Mabes TNI, Ancam Lapor ke Puspom
-
Lampu Hijau RUU BPIP: Surpres Sudah Terbit, Kapan Mulai Dibahas?
-
Rakitan Rasa Pabrik! Ki Bedil Maestro Senpi Ilegal Ternyata Jebolan Cipacing
-
Respons Seskab Teddy, Arifki Sebut Fenomena Inflasi Pengamat Jadi Cermin Oposisi Mandul
-
Alasan Tak Terduga Inggris Ogah Ikut Gerbong Trump Blokade Selat Hormuz
-
Iran Bongkar Taktik Licik AS di Islamabad, Kesepakatan Damai Gagal di Detik Terakhir
-
RDP DPR-BPIP Diwarnai Candaan, Willy Aditya Singgung Merger NasDem-Gerindra
-
Perundingan Islamabad Buntu, Iran Siap Ladeni AS di Selat Hormuz
-
Akademisi Kritik Istilah Inflasi Pengamat dari Seskab Teddy, Sebut Pemerintah Mulai Antikritik