- Gubernur Pramono Anung mengakui bahwa viralnya masalah infrastruktur di media sosial berdampak positif bagi percepatan kinerja jajaran pemerintah.
- Pemkot Jakarta Pusat mengerahkan seratus personel harian untuk membersihkan sampah dan semak di aliran Kali Ciliwung, Menteng.
- Pemerintah berdalih keterbatasan jangkauan pengawasan menjadi alasan utama lambatnya perbaikan infrastruktur di berbagai wilayah Ibu Kota Jakarta.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung angkat bicara terkait ramainya tudingan di media sosial terkait kinerja dinas-dinas di bawah kepemimpinannya, yang baru bergerak melakukan pemeliharaan infrastruktur selepas diviralkan warga karena rusak atau tidak terawat.
Terbaru, giliran aliran Kali Ciliwung yang melintasi kawasan Menteng, Jakarta Pusat yang mendapat sorotan tajam karena dipenuhi sampah domestik serta semak belukar yang rimbun.
Di hadapan awak media, Pramono secara terbuka mengakui bahwa kebiasaan warganet memviralkan isu perkotaan justru memberikan dampak positif bagi kinerja jajarannya.
"Memang saya harus akui, semakin diviralkan menurut saya makin baik. Sehingga kami segera menangani itu," ujarnya di Komplek DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (13/4/2026).
Ia juga memberikan penjelasan logis mengenai keterbatasan jangkauan pengawasan pemerintah terhadap seluruh titik infrastruktur ibu kota, termasuk aliran sungai yang membelah Jakarta.
"Tidak semua daerah itu bisa dijangkau," tambahnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat sendiri saat ini sedang mengerahkan petugas gabungan dari PPSU dan jajaran dinas terkait untuk melakukan akselerasi pembersihan Kali Ciliwung.
Sepekan ini, UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat mengerahkan sekitar 100 personel per hari untuk membersihkan area bantaran kali.
Sebelumnya, warga juga mempertanyakan hal serupa dalam urusan perbaikan marka penyeberangan jalan atau zebra cross di kawasan Tebet, Jakarta Selatan yang hilang setengah akibat pengaspalan jalan.
Baca Juga: Jakarta Tempati Peringkat 17 Dunia dalam Transportasi Umum Terbaik
Dinas Bina Marga DKI dituding baru bergerak melakukan perbaikan setelah warga membuat zebra cross swadaya dengan sentuhan tokoh kartun Pac-Man, hingga viral di media sosial.
Tudingan tersebut kemudian dibantah Bina Marga DKI lewat penjelasan tentang pembuatan zebra cross berbahan dasar thermoplastic, yang harus menunggu aspal baru benar-benar kering.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris
-
10 Trik Kotor Kiper Argentina Emiliano Martinez Bikin Publik Inggris Ketar-ketir
-
Makna Tersembunyi Jersey Argentina Lawan Inggris: Warisan Budaya hingga Memori 1986
-
AI Prediksi Hasil Inggris vs Argentina: Albiceleste Menang Dramatis, Messi dan Kane Cetak Gol?
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo