- Survei Poltracking Indonesia pada 13 April 2026 menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 74,1 persen.
- Program Makan Bergizi Gratis serta bantuan pemerintah yang tepat sasaran menjadi faktor utama pendongkrak kepuasan kinerja pemerintah tersebut.
- Sebanyak 40,7 persen publik menyatakan ketidaksetujuan terhadap keputusan pemerintah bergabung dengan Board of Peace dalam kebijakan luar negeri.
Suara.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo – Gibran. Berdasarkan survei Poltracking Indonesia, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo – Gibran berada di angka 74,1 persen.
Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, menyampaikan bahwa kehadiran MBG yang membuat tingkat kepuasan publik cukup signifikan, meski program tersebut sering menuai perdebatan.
“Alasan publik puas terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran, 23 persen itu disokong oleh kepuasan terhadap makan bergizi gratis. Jadi dengan kontroversi dan perbedaan pandangan berkaitan dengan program ini, tapi ternyata oleh publik secara umum mendapatkan perhatian yang cukup baik,” ujar Masduri dalam konferensi pers virtual, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut tidak berarti tanpa kritik. Namun, Masduri menyebut, popularitas MBG menjadi salah satu kunci naiknya tingkat kepuasan publik.
Selain MBG, faktor lain yang turut memengaruhi kepuasan publik juga karena bantuan pemerintah yang dinilai tepat sasaran. Sebanyak 13,8 persen responden mengaitkan kepuasan mereka dengan aspek tersebut.
Kemudian, berkaitan dengan gaya kepemimpinan juga menjadi pertimbangan publik dalam menilai kinerja pemerintah. Sebagai presiden, Prabowo dinilai punya gaya kepemimpinan yang tegas dan berwebawa.
"Setidaknya yang terekam di dalam survey ini, persepsi publik masih menganggap Prabowo Subianto itu adalah presiden yang tegas dan berwibawa, meskipun belakangan banyak mendapat di sorotan, berkaitan yang terjadi di timur tengah,” jelasnya.
Isu yang berkaitan dengan Timur Tengah itu salah satunya terkait dengan keputusan pemerintah bergabung ke Board of Peace (BOP).
“Catatan penting bagi pemerintah yang menjadi perhatian khusus, yakni keputusan untuk bergabung dengan Board Of Peace (BOP), 40,7 persen publik mengatakan tidak setuju dengan keputusan tersebut,” ungkap Masduri.
Baca Juga: Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Nilai Lalu Lintas Lancar dan Kecelakaan Menurun
Sementara publik yang setuju atas bergabungnya Indonesia ke BOP hanya 13,7 persen. Menurut Masduri, pemerintah juga perlu memperhatikan persepsi publik ini dalam menentukan sikap luar negeri.
"Bagaimana pun ini juga punya konsekuensi terhadap persepsi publik berkaitan dengan kepuasan terhadap kinerja pemerintah," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Siapa Dalangnya? Polisi Kumpulkan Bukti Dugaan Pembubaran Ibadah di Gereja Sewon Bantul
-
Harta Karun RI Nyaris Lenyap, TNI AL Sergap 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
PKS Salurkan Hewan Kurban hingga ke Wilayah Bencana Banjir Sumatra
-
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi: Ada Luka Benda Tajam dan Tumpul di Tubuh Korban
-
Keracunan atau Apa? 8 Fakta Tewasnya Sekeluarga di Tenda Kamping Temanggung
-
PDIP Remehkan Safari Politik Jokowi: Jadi Presiden Saja Tak Bisa Loloskan PSI, Apalagi Sekarang
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik