- IDAI mengadakan pelatihan penanganan kegawatdaruratan anak di Jakarta pada 13 April 2026 untuk mengedukasi masyarakat umum.
- Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan bantuan hidup dasar karena anak memerlukan penanganan sangat cepat atau golden minutes.
- Materi mencakup prosedur tersedak dan resusitasi jantung paru, serta larangan memberikan minum saat anak mengalami kondisi tersedak.
Berikut panduan praktis melakukan RJP pada anak agar Anda bisa memeragakannya:
Panggil Bantuan: Jangan menolong sendirian. "Panggil bantuan. Kalau di Jakarta, minta orang lain telepon ambulans di nomor 112 atau 119," tegas dr. Yogi.
A - Airway (Buka Jalan Napas):
- Letakkan anak di permukaan yang keras dan datar (lantai).
- Tengadahkan kepala anak dan angkat dagunya sedikit agar jalan napas terbuka.
- Lalu tahan kepala anak dengan salah satu tangan Anda di dahi anak.
B - Breathing (Napas Buatan):
- Lihat apakah dada anak bergerak naik-turun. Jika tidak ada napas sama sekali atau napas terlihat sangat lemah dan jarang-jarang (megap-megap), bantuan napas buatan harus segera dilakukan.
- Berikan 5 kali napas bantuan dengan menggunakan masker resusitasi yang dijual bebas di apotek atau toko alat kesehatan.
- Pegang masker resusitasi dengan ibu jari dan jari telunjuk membentuk huruf ‘C’, kemudian tekan masker. Lalu, 3 jari sianya membentuk huruf ‘E’ untuk tekan dan angkat rahang anak guna membuka jalan napas.
- Tangan satunya gunakan untuk meremas balon secara perlahan namun tegas, kemudian lepaskan remasan tangan dan biarkan balon mengembang.
Cara mengetahui bantuan nafas efektif adalah dada anak tampak naik (mengembang) saat ditiup.
C - Circulation (Kompresi Dada): Jika tidak ada tanda kehidupan (batuk, gerak, atau napas), lakukan kompresi dada:
- Posisikan tubuh di permukaan yang keras dan rata.
- Bukan jalan napas anak. Tengadahkan kepala anak sedikit ke belakang menggunakan telapak tangan Anda yang diletakkan dahi sang anak.
- Pada anak usia 1-8 tahun, posisikan tumit salah satu tangan Anda di tengah dada (di separuh bawah tulang dada/setara garis puting).
- Pada bayi di bawah 1 tahun gunakan dua jari (jari telunjuk dan jari tengah).
- Tekan tulang dada ke bawah dengan kuat. Tekan tegak lurus dengan kecepatan 100-120 kali per menit.
- Pastikan dada sang anak kembali ke posisi secara utuh sebelum melakukan kompresi berikutnya.
- Lakukan 15 kali tekanan dada, diikuti 2 kali napas bantuan.
- Tips Irama: Gunakan irama lagu "Baby Shark" atau "Stayin' Alive" agar kecepatannya stabil.
Jangan Langsung Dikasih Minum!
Salah satu kesalahan umum masyarakat saat melihat anak tersedak adalah langsung memberikan air minum. Dokter Tuti Rahayu, Sp.A(K), Ketua Unit Kerja Emergensi dan Terapi Intensif Anak IDAI JAYA memperingatkan dengan tegas agar kebiasaan ini dihentikan.
"Makanya kalau lagi tersedak kita kasih minum, dia kontrolnya aja engap-engap. Ada saluran nafasnya udah sempit kita kasih guyur lagi, nanti kalau masuk ke saluran nafas malah jadi biru," tegas Tuti.
Baca Juga: IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
Ia menjelaskan bahwa saat tersedak, mekanisme katup antara saluran napas dan pencernaan sedang tidak stabil. Memberikan air justru berisiko membuat cairan masuk ke paru-paru.
"Kita tidak boleh memasukkan apapun, malah kita bebaskan kalau bisa yang ada kelihatan di mulut. Tapi kalau nggak kelihatan, nggak boleh dikorek-korek,"pungkasnya.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Bikin Putin Tersenyum, Cerita Prabowo di Kremlin: Nama Kosmonaut Rusia Populer Jadi Nama Anak RI
-
Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
-
IDAI Ingatkan Risiko Tinggi Balita Mendaki Gunung Usai Kasus Hipotermia di Ungaran
-
Dokter Anak Ingatkan Bahaya Jemur Bayi di Bawah Matahari Terik
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Minyak Sawit Jadi Primadona Ekspor Riau, Tiongkok Peminat Terbesar
-
Cara Terbaik Mencegah Anak Kelaparan adalah Menyejahterakan Orang Tuanya
-
Tuchel Soroti Aroma Takhayul di Balik Jersi Biru Hitam Argentina vs Inggris
-
Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
-
Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi di Grand Wisata Bekasi
-
50 Tahun Menanti, Warga Bumi Tridharma Jaksel Akhirnya Dapat Titik Terang Sertifikat Tanah
-
Dugaan Warga Sleman Jadi Korban Mafia Tanah, Kantor Pertanahan Ungkap Temuan Ini
-
Babak Baru Polemik Jabatan Sekda Kota Tangsel, Ansor Jalani Persidangan di PTUN
-
Bandara Husein Sastranegara Segera Aktif Lagi, Farhan Sebut Bakal Layani 11 Rute
-
15 Teman Kuliah Jokowi di UGM akan Bersaksi saat Sidang Roy Suryo dan dr Tifa