-
Donald Trump menghapus foto AI yang dianggap menyerupai Yesus untuk menghindari kebingungan masyarakat.
-
Aktivis Kristen dan tokoh konservatif mengecam penggunaan simbol agama dalam konten digital politik.
-
Trump membela diri dengan mengklaim gambar tersebut menggambarkan dirinya sebagai seorang dokter profesional.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya memutuskan untuk menurunkan unggahan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memicu polemik luas di platform Truth Social miliknya.
Langkah penghapusan ini diambil setelah muncul gelombang protes masif dari berbagai spektrum politik, termasuk dari kalangan pendukung fanatiknya sendiri.
Dikutip dari BBC, gambar tersebut menampilkan narasi visual yang dianggap melampaui batas sensitivitas agama oleh sebagian besar masyarakat di Negeri Paman Sam.
Fenomena ini menunjukkan betapa krusialnya penggunaan teknologi AI dalam komunikasi politik di era digital saat ini.
Keputusan Trump untuk menarik unggahan tersebut menjadi sinyal adanya tekanan internal yang kuat di dalam kubu pemerintahannya.
Dalam foto digital tersebut, Trump digambarkan mengenakan jubah putih dengan tangan yang memancarkan cahaya di atas kening seorang pasien.
Latar belakang gambar tersebut penuh dengan simbolisme patriotik seperti Patung Liberty, bendera Amerika yang berkibar, jet tempur, hingga burung elang.
Banyak kritikus menilai komposisi visual tersebut sangat menyerupai lukisan religius klasik yang menggambarkan Yesus sedang menyembuhkan orang sakit.
Meskipun menuai kecaman, Trump memberikan pembelaan bahwa dirinya tidak bermaksud memberikan referensi agama tertentu melalui gambar tersebut.
Baca Juga: Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia
Ia menegaskan kepada awak media bahwa niat awal dari publikasi gambar itu adalah untuk menunjukkan peran seorang tenaga medis.
"Itu seharusnya dianggap sebagai seorang dokter yang membuat orang-orang menjadi lebih baik," katanya.
"Dan saya memang membuat orang menjadi lebih baik. Saya membuat orang menjadi jauh lebih baik," tambahnya.
Ia kemudian memberikan keterangan tambahan kepada CBS News mengenai alasan utama di balik penghapusan konten yang sempat viral tersebut.
"Saya menghapus gambar tersebut karena saya tidak ingin ada orang yang bingung. Orang-orang memang bingung," jelas Trump.
Gelombang Protes Aktivis Nasrani
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kelakuan Zionis! Militer Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Puluhan Ditangkap di Tepi Barat
-
Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia
-
Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua
-
Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme
-
Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media
-
Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam
-
Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar
-
Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia
-
Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026
-
KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar