-
Jajak pendapat menunjukkan warga Israel ragu serangan militer mampu melemahkan kekuatan Iran dan Hezbollah.
-
Harga minyak dunia menurun seiring munculnya harapan baru dalam negosiasi damai Amerika Serikat-Iran.
-
Masyarakat Israel terjebak dalam rasa putus asa dan kemarahan akibat konflik yang berkepanjangan.
Kondisi psikologis massa ini mencerminkan kebuntuan resolusi konflik yang telah berlangsung selama periode serangan udara tersebut.
Sektor ekonomi global bereaksi cepat terhadap sinyal perdamaian yang mulai muncul di antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak dunia langsung terkoreksi turun pada perdagangan awal di pasar Asia akibat meredanya kekhawatiran eskalasi perang.
Patokan global minyak mentah Brent merosot sebesar 2,2 persen hingga menyentuh angka 97,20 dolar AS per barel.
Minyak yang diperdagangkan di Amerika Serikat juga mengalami penurunan serupa menjadi sekitar 96,90 dolar AS per barel.
Padahal sebelumnya harga minyak sempat melonjak melampaui 100 dolar AS setelah instruksi pemblokiran pengiriman komoditas energi tersebut.
Diplomasi Donald Trump Dan Respons Pasar Asia
Donald Trump menyatakan pada hari Senin bahwa pihak lawan telah menghubungi Washington untuk memulai komunikasi diplomatik baru.
Donald Trump mengatakan bahwa "pihak lawan telah menelepon", dan menambahkan bahwa Iran ingin membuat kesepakatan "dengan sangat kuat".
Baca Juga: Kelakuan Zionis! Militer Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Puluhan Ditangkap di Tepi Barat
Pernyataan ini memberikan angin segar bagi pasar keuangan yang sebelumnya tertekan oleh ancaman kegagalan negosiasi akhir pekan.
Bursa saham di kawasan Asia merespons positif dengan penguatan indeks Nikkei 225 Jepang yang naik sebesar 2,4 persen.
Pasar modal Korea Selatan melalui indeks Kospi bahkan melonjak lebih tinggi dengan kenaikan mencapai lebih dari 3 persen.
Ketegangan antara Israel dan Iran mencapai titik didih baru setelah serangkaian aksi saling balas serangan udara di wilayah strategis.
Amerika Serikat berupaya mengambil peran penengah melalui paket kesepakatan nuklir dan perdagangan untuk meredam potensi perang terbuka.
Namun, ketidakpercayaan internal di Israel terhadap kekuatan Hezbollah di Lebanon utara terus menghambat tercapainya perdamaian yang permanen.
Fluktuasi harga energi mentah menjadi indikator utama bagaimana konflik di Timur Tengah mampu mengguncang stabilitas ekonomi negara-negara maju.
Hingga saat ini, publik dunia masih menantikan apakah jalur dialog atau kekuatan senjata yang akan mendominasi akhir konflik ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta
-
Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi
-
Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil
-
Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili
-
Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas
-
Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi
-
Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon
-
Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah
-
Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang
-
Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru