News / Internasional
Selasa, 14 April 2026 | 10:12 WIB
Salah satu kapal perang AS, USS Chandler. [AFP]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat menerapkan blokade laut total di pelabuhan Iran untuk melumpuhkan ekonomi Teheran.

  • Strategi ini dianggap lebih aman bagi militer AS dibandingkan konfrontasi langsung di Selat Hormuz.

  • China dan pasar minyak global terancam dampak besar akibat terhentinya pasokan energi Iran.

Suara.com - Amerika Serikat kini menempuh jalur konfrontasi ekonomi yang sangat tajam dengan menerapkan blokade total terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Langkah ini dirancang untuk melumpuhkan sumber pendanaan rezim dengan menghentikan secara paksa lalu lintas kapal yang keluar masuk wilayah perairan tersebut.

Berbeda dengan strategi pengawalan konvoi yang berisiko tinggi, blokade di laut lepas dipandang sebagai taktik yang lebih efektif dan minim korban.

Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]

Pilihan militer ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai skenario serangan langsung yang sebelumnya dianggap terlalu berbahaya bagi personel Amerika.

Dengan posisi kapal perang yang berada jauh di luar jangkauan pesisir, militer Amerika Serikat dapat memantau setiap pergerakan kapal tanpa masuk ke zona bahaya.

Pensiunan Laksamana Muda AS Mark Montgomery memberikan pandangannya mengenai efektivitas strategi ini di tengah ketegangan yang meningkat.

"Saya pikir ini bisa dilakukan," kata pensiunan Laksamana Muda AS Mark Montgomery kepada BBC pagi ini.

"Dan ini tentu saja lebih kecil risikonya daripada alternatifnya, yaitu memukul mundur Iran secara paksa dan menciptakan kondisi bagi sebuah konvoi."

Strategi ini secara teknis menghindari konfrontasi langsung dengan drone, rudal, dan kapal cepat Iran yang kerap mengancam di Selat Hormuz.

Baca Juga: Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media

Penempatan armada di Teluk Oman memberikan keleluasaan bagi Angkatan Laut Amerika Serikat untuk melakukan pencegatan kapal secara selektif dan terukur.

Keunggulan Aset Maritim Dalam Operasi Blokade

Angkatan laut Amerika Serikat saat ini memiliki segala sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan operasi penutupan jalur maritim ini.

Pemanfaatan helikopter, pasukan khusus, dan kapal cepat menjadi kunci utama dalam melakukan inspeksi terhadap kapal-kapal yang dicurigai.

"Ada lebih sedikit risiko dalam hal ini dibandingkan dengan area Selat yang sangat terbatas," kata Laksamana Montgomery.

Keberhasilan operasi serupa di masa lalu terhadap negara lain menjadi bukti nyata kapasitas militer Washington dalam mengontrol perairan internasional.

Load More