- Tiga warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di dekat sebuah sekolah di Deir el-Balah, Gaza, pada Senin (13/4).
- Militer Israel menangkap sedikitnya 30 warga Palestina dalam serangkaian operasi penggerebekan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.
- Peristiwa ini terjadi di tengah berlangsungnya negosiasi gencatan senjata antara kelompok Palestina dengan mediator internasional di Kairo, Mesir.
Suara.com - Sedikitnya tiga warga Palestina tewas akibat serangan udara Israel di Gaza, sementara puluhan lainnya ditangkap dalam operasi militer di Tepi Barat, Senin (13/4) waktu setempat.
Tenaga medis di Rumah Sakit Al-Aqsa menyebut serangan terjadi di dekat sebuah sekolah di Deir el-Balah, Gaza tengah.
Jenazah korban dibawa ke kamar jenazah, diselimuti kain putih, saat keluarga dan kerabat memberikan penghormatan terakhir.
“Ini bukan gencatan senjata, ini jebakan bagi anak-anak muda kami. Setiap hari ada korban,” kata Umm Hussam Abu el-Rous, kerabat salah satu korban seperti dilansir dari Aljazeera.
Hingga kini, militer Israel belum memberikan komentar resmi terkait serangan tersebut.
Serangan ini berlangsung saat perwakilan kelompok Palestina, termasuk Hamas, bertemu mediator dari Mesir, Turki, dan Qatar di Kairo.
Pertemuan tersebut bertujuan membahas kelanjutan tahap kedua kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Meski disebut sebagai “gencatan senjata”, situasi di lapangan masih jauh dari stabil.
Pasukan Israel dilaporkan tetap menguasai lebih dari separuh wilayah Gaza, sementara Hamas mengendalikan sebagian kecil wilayah pesisir.
Baca Juga: Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober lalu, lebih dari 750 warga Palestina dilaporkan tewas.
Di sisi lain, kelompok Hamas disebut menewaskan empat tentara Israel, dengan kedua pihak saling menyalahkan atas pelanggaran kesepakatan.
Di Tepi Barat, militer Israel menangkap sedikitnya 30 warga Palestina dalam penggerebekan di berbagai kota, termasuk Yerusalem Timur.
Kantor Media Tahanan Palestina menyebut dua anak dan sejumlah mantan tahanan termasuk di antara yang ditangkap.
Penggerebekan tersebut juga dilaporkan disertai penggeledahan rumah dan perusakan properti.
Situasi ini memperburuk ketegangan yang sudah meningkat sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023.
Berita Terkait
-
Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua
-
Situasi Memanas, Iran Gunakan Hukum Darurat Perang untuk 'Habisi' Mata-mata AS-Israel
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Ancaman Serangan Israel ke Iran Kembali Mencuat Usai Perundingan Damai Gagal Total
-
Dokumen Bocor! Menhan Sjafrie Teken Perjanjian Akses Udara Tanpa Izin di Washington?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun