- Kementerian Pertahanan membantah isu bahwa pesawat militer Amerika Serikat telah mendapatkan izin resmi melintasi wilayah udara Indonesia.
- Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan rencana kerja sama tersebut masih dalam tahap pembahasan awal dan belum final.
- Pemerintah Indonesia menegaskan kedaulatan udara tetap berada di bawah kendali penuh negara sesuai prosedur hukum yang berlaku.
Segala bentuk kesepakatan internasional harus tunduk dan patuh pada regulasi yang berlaku, baik secara domestik maupun hukum internasional yang diakui.
"Setiap wacana, usulan, maupun rancangan mekanisme kerja sama harus melalui proses pembahasan yang cermat, ketat, dan berlapis sebelum dapat dipertimbangkan lebih lanjut," jelas Rico.
Lebih lanjut, pihak Kemhan menjamin bahwa kedaulatan udara Indonesia tidak akan diserahkan begitu saja kepada pihak asing.
Otoritas, kontrol, serta pengawasan terhadap setiap jengkal wilayah udara nasional tetap berada sepenuhnya di bawah kendali negara Indonesia.
Tidak ada pihak luar yang bisa melakukan aktivitas udara tanpa izin resmi dari otoritas terkait di tanah air.
"Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonesia untuk menyetujui atau menolak setiap aktivitas di ruang udara nasional," jelasnya.
Penegasan ini sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatiran publik mengenai potensi pelanggaran kedaulatan di masa depan.
Kemhan memastikan bahwa prosedur hukum yang berlaku di Indonesia tetap menjadi panglima dalam setiap pengambilan keputusan strategis di bidang pertahanan.
"Tidak ada ruang bagi implementasi sepihak di luar hukum Indonesia," tegasnya.
Baca Juga: Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
Berita Terkait
-
Menteri Bahlil: Kunjungan ke Rusia untuk Amankan Pasokan Energi Nasional
-
Rusia Konfirmasi Prabowo Minta Pasokan Minyak Buat RI, AS Bisa Marah?
-
Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin
-
Momen Hangat di Kremlin, Putin Lepas Prabowo dengan Penghormatan Khusus
-
Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Perkuat Otot Militer, RI-AS Resmi Bentuk MDCP: Fokus Teknologi Bawah Laut
-
Iran Desak PBB Beri Sanksi Ganti Rugi Materiil dari Bahrain Hingga Yordania
-
Minyak Dunia Tembus USD 110, Subsidi RI Terancam Bengkak Rp79 Triliun
-
Profil Pete Hegseth: Menteri Perang AS yang 'Membenci' Islam, Punya Tato Kafir
-
Sambil Menangis, Aboe Bakar PKS Minta Maaf ke Ulama dan Warga Madura Terkait Isu Narkoba
-
3 Jejak Kotor Pete Hegseth Si Dewa Perang yang Doyan Mabuk dan Terjerat Skandal Seks
-
Apa Saja Efek Blokade Selat Hormuz oleh AS? Ini 5 Konsekuensinya
-
Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
-
Menhaj Irfan Buka-bukaan Soal War Tiket Haji: Saya yang Tanggung Jawab
-
Nadiem Sebut Audit Kerugian Negara Rp2,1 Triliun Hasil Rekayasa: Terbukti di Sidang