- Kejaksaan Agung mempertimbangkan penelusuran bunker milik Febrie Adriansyah jika terbukti relevan untuk kepentingan penyidikan perkara korupsi dan TPPU.
- Penyidikan kasus melibatkan Febrie dan Don Ritto kini dialihkan dari Polri ke Kejaksaan Agung dengan pengawasan supervisi KPK.
- Penyidik sedang menguji keaslian barang bukti emas serta mata uang asing melalui kerja sama dengan instansi terkait.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka peluang menelusuri informasi mengenai dugaan keberadaan bunker maupun brankas lain milik mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Langkah itu akan dilakukan jika penyidik menilai informasi tersebut relevan untuk kepentingan penyidikan perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Febrie.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan penyidik tidak akan bergerak berdasarkan spekulasi atau opini publik. Namun, setiap informasi yang dinilai berpotensi mengungkap alat bukti baru akan ditindaklanjuti.
"Kami tidak berdasarkan opini tapi kami lihat dulu berdasarkan kepentingan penyidikan. Menurut penyidik ada hal-hal yang perlu kami lakukan untuk ditambahkan pasti kami lakukan," ujar Anang kepada wartawan, Selasa (14/7/2026).
Pernyataan itu disampaikan setelah muncul sorotan dari Komisi III DPR RI mengenai kemungkinan masih adanya bunker maupun brankas lain yang diduga berkaitan dengan aset Febrie.
Hingga saat ini salah satu tempat yang belum digeledah adalah rumah pribadi Febrie di Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumah tersebut sebelumnya mendapat pengamanan ketat dari TNI.
Perkara Dialihkan ke Kejagung
Perkara yang menjerat Febrie telah dilimpahkan Kortastipidkor Polri ke Kejagung. Dalam kasus tersebut, Polri menetapkan Febrie bersama Don Ritto sebagai tersangka.
Don Ritto diduga berperan dalam tindak pidana pencucian uang yang berasal dari tindak pidana korupsi. Sementara Febrie diduga terlibat dalam dugaan korupsi dan TPPU terkait penanganan sejumlah perkara, salah satunya PT Asabri.
Baca Juga: Asabri hingga PLTU, 3 Kasus yang Jerat Eks Jampidsus Febrie Sebabkan Negara Rugi Rp34,6 Triliun!
Untuk menghindari konflik kepentingan, Kejagung akan membentuk tim penyidik khusus yang berisi jaksa-jaksa yang tidak memiliki keterkaitan langsung dengan Febrie saat masih menjabat Jampidsus.
Penanganan perkara juga diklaim akan dilakukan secara transparan dengan melibatkan supervisi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Di sisi lain, proses pengusutan perkara juga masih berfokus pada pemeriksaan barang bukti bernilai fantastis yang disita penyidik saat penggeledahan di 13 lokasi di Jakarta Selatan hingga Bogor.
Polri menggandeng Federal Bureau of Investigation (FBI), Kedutaan Besar Amerika Serikat, Kedutaan Besar Singapura, dan Bank Indonesia untuk menguji keaslian dolar Amerika Serikat maupun dolar Singapura yang disita.
Sementara 74 kilogram emas batangan yang ditemukan di rumah mewah Febrie di Sentul, Bogor diperiksa bersama PT Pegadaian guna memastikan keaslian dan beratnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Donald Trump Janji Bikin Iran Menderita: Kami Pukul Mereka dengan Sangat Keras
-
Jejak Ferry Hongkiriwang: Dari Kasus Culik Densus 88 ke Skandal Korupsi Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Diawali Suara Ledakan, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen di Koja Ludes Terbakar
-
Geger Suara Ledakan di Koja, Rumah Sekaligus Bengkel Kusen Ludes Terbakar
-
MBG Balik Lagi! BGN Wajibkan Menu Daging Tersedia di Hari Pertama Sekolah
-
Efek Truk Crane Tabrak JPO: Tendean-Kuningan Macet Parah, Arus Lalu Lintas Dialihkan!
-
Trump Mau 'Jajah' Iran dan Rebut Fasilitas Nuklir Rahasia
-
Sopir Asyik Main HP, Truk Towing Hantam JPO Tendean Hingga Rusak Parah!
-
Penampakan Lusinan Pesawat Tempur AS Terbang di Selat Hormuz, Siap-siap Gempur Iran Lagi
-
Donald Trump Bandingkan Kondisi Perang Amerika Serikat dengan Vietnam dan Iran, Apa Katanya?