2. Gangguan Rantai Pasok Global
Selain harga, blokade juga berdampak pada kelancaran distribusi energi. Data menunjukkan bahwa hanya 17 kapal yang melintasi Selat Hormuz dalam satu hari, jauh menurun dari sekitar 130 kapal per hari sebelum konflik.
Penurunan drastis ini menandakan gangguan serius dalam rantai pasok global. Negara-negara yang sangat bergantung pada impor energi melalui jalur ini, seperti Jepang, Korea Selatan, dan China, akan menghadapi tekanan besar jika situasi berlarut-larut.
Bahkan, pasar saham di Asia langsung merespons negatif. Indeks Nikkei Jepang dan KOSPI Korea Selatan mengalami penurunan, sementara kontrak berjangka saham AS juga ikut melemah.
3. Risiko Militer dan Keamanan
Blokade ini juga meningkatkan risiko konflik militer langsung. Iran dilaporkan telah menempatkan ranjau laut di beberapa bagian Selat Hormuz dan bahkan merilis peta jalur aman baru bagi kapal yang ingin melintas.
Sebagai respons, Trump menyatakan bahwa AS akan membersihkan ranjau tersebut dengan bantuan negara NATO. Namun, sekutu seperti Inggris justru mengambil sikap hati-hati dan menolak terlibat dalam operasi militer langsung, meskipun memiliki kemampuan penyapuan ranjau.
Perbedaan sikap ini menunjukkan bahwa dukungan internasional terhadap langkah AS tidak solid. Banyak negara lebih memilih mendorong stabilitas dan pembukaan kembali jalur pelayaran daripada terlibat dalam eskalasi konflik.
4. Dampak Politik Global
Baca Juga: Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
Secara politik, blokade ini memperdalam ketegangan antara AS dan Iran sekaligus memperumit hubungan dengan sekutu. Inggris, misalnya, secara terbuka menyatakan fokusnya adalah membuka kembali Selat Hormuz demi menekan harga energi global.
China juga menekankan pentingnya menjaga jalur tersebut tetap aman dan bebas hambatan, serta menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan semua pihak demi menjaga stabilitas pasokan energi. Minimnya dukungan dari sekutu utama menjadi sinyal bahwa kebijakan blokade ini berpotensi mengisolasi AS dalam panggung diplomasi internasional.
5. Tekanan terhadap Ekonomi Iran
Di sisi lain, blokade ini jelas ditujukan untuk menekan ekonomi Iran. Meski berada dalam kondisi perang, Iran masih mampu mempertahankan ekspor minyaknya melalui Selat Hormuz.
Dengan adanya pembatasan baru, kemampuan tersebut bisa terganggu signifikan. Namun, strategi ini juga berisiko memicu respons balik dari Iran, baik dalam bentuk militer maupun kebijakan ekonomi yang lebih agresif.
Demikian itu beberapa kemungkinan efek blokade Selat Hormuz oleh AS. Blokade Selat Hormuz oleh AS membawa dampak luas, mulai dari lonjakan harga minyak, gangguan distribusi energi, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik.
Jalur yang menjadi urat nadi energi dunia ini kini berada di pusat konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Jika situasi terus memburuk, dunia tidak hanya menghadapi krisis energi, tetapi juga potensi konflik yang lebih besar dengan dampak global yang sulit diprediksi.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Kapal Perang AS USS George HW Bush Bermanuver Jauh ke Afrika Demi Hindari Selat Hormuz
-
5 Fakta Hitam Itamar Ben-Gvir, Anak Buah Netanyahu yang Nodai Kesucian Al Aqsa
-
Apa Saja Penyebab AS-Iran Batal Sepakat Damai? Ini 4 Faktornya
-
Saat Menhan Sjafrie 'Guncang' Pentagon, Ini Daftar Kerja Sama Pertahanan RI-AS Terbaru
-
Negara-negara Arab Bungkam, Iran Kutuk Aksi Penghinaan Al Aqsa oleh Zionis Israel
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Bukan Buang Duit, Ini Alasan Sewa Mobil Dinas Tangsel Lebih Hemat Ketimbang Beli
-
Kapolri Temui Jaksa Agung dan Panglima TNI, Redam Friksi Kasus Febrie Adriansyah
-
Terungkap! Motif Siswa Padang Ledakkan Bom, Dendam Dibully Sejak SD
-
Adian Napitupulu Terima Buku Anotasi KUHAP, Ini Fungsinya
-
Tragedi di Balik Tembok Pesantren: Mengurai Kasus Santri Dibakar di Lombok
-
Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kediri untuk Tahun Ajaran 2026/2027
-
Rugikan Masyarakat, Gubsu Bobby Minta Pertamina Bereskan Persoalan Distribusi BBM Dalam Dua Hari
-
Menhut Raja Juli Soal Inpres Gajah: 9 Menteri Wajib Jaga Habitat Nona Seroja dan Bang Domang
-
Legislator PDIP Tegaskan RUU Perampasan Aset Jalan Terus: Kita Geber Sampai Sah!
-
Teror Bom di SD Srengseng, Wakil Ketua Komisi X Desak Polisi Usut Tuntas