- KPK memanggil sejumlah pengusaha rokok terkait dugaan suap pengurusan cukai di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan.
- Penyidikan ini berdasar pada temuan dokumen krusial saat penggeledahan serta pengembangan kasus korupsi sejak Februari tahun 2026.
- Langkah hukum tersebut bertujuan mengusut tuntas aliran dana suap yang melibatkan pejabat negara dan pihak sektor swasta.
KPK menekankan bahwa setiap pihak yang namanya muncul dalam dokumen barang bukti akan dimintai keterangan tanpa terkecuali.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa penyidikan berjalan secara komprehensif dan menyentuh seluruh lini yang terlibat, baik dari unsur birokrasi maupun sektor swasta.
"Jadi, memang kami tidak pilih-pilih. Artinya, temuan dokumen yang saya sebutkan tadi, di perkara yang lain juga, ketika kami menemukan dokumen, ada di dalamnya beberapa poin-poin yang masih terkait, kami akan lakukan klarifikasi," jelasnya.
Kasus ini merupakan pengembangan dari rangkaian operasi yang dilakukan KPK sejak awal tahun 2026.
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Operasi senyap tersebut menjadi pembuka kotak pandora mengenai adanya praktik korupsi sistematis di instansi yang mengurusi kepabeanan dan cukai tersebut.
Pada tanggal yang sama dengan pelaksanaan OTT, KPK mengungkapkan salah seorang yang ditangkap adalah Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat bernama Rizal.
Penangkapan pejabat tinggi di daerah ini mengindikasikan bahwa praktik korupsi tersebut tidak hanya terjadi di level pusat, tetapi juga merambah ke wilayah-wilayah strategis.
Konstruksi Perkara dan Daftar Tersangka
Baca Juga: Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
Pasca OTT, penyidik KPK bergerak cepat untuk menetapkan pihak-pihak yang bertanggung jawab secara hukum.
Pada 5 Februari 2026, KPK mengumumkan enam dari 17 orang yang ditangkap kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW atau tiruan di lingkungan Bea Cukai.
Daftar tersangka tersebut mencakup sejumlah pejabat penting di struktur Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai.
Mereka adalah Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Bea Cukai Orlando Hamonangan (ORL).
Selain dari unsur pemerintah, KPK juga menetapkan tersangka dari pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap atau fasilitator.
Mereka adalah pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK).
Keterlibatan perusahaan kargo ini memperkuat dugaan adanya permainan dalam proses importasi barang ke wilayah Indonesia.
Penyidikan terus berkembang hingga pada 26 Februari 2026, KPK kembali mengumumkan tersangka baru.
Kepala Seksi Intelijen Cukai Direktorat Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP), ditetapkan sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus tersebut.
Aliran Dana dan Penyitaan Miliaran Rupiah
Fokus penyidikan KPK kini tidak hanya terbatas pada suap impor barang tiruan, tetapi juga merambah ke pengurusan cukai rokok. Hal ini diperkuat dengan temuan uang tunai dalam jumlah fantastis yang diduga berkaitan erat dengan jasa kepabeanan dan cukai.
Pada 27 Februari 2026, KPK mengumumkan sedang mendalami dugaan korupsi dalam pengurusan cukai.
Pendalaman tersebut dilakukan terutama setelah penyitaan Rp5,19 miliar dalam lima koper dari rumah aman di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, yang diduga berasal dari kepabeanan dan cukai.
Uang miliaran rupiah tersebut menjadi bukti nyata adanya perputaran uang haram dalam birokrasi Bea Cukai. Penyidik meyakini bahwa aliran dana tersebut memiliki keterkaitan dengan peran para pengusaha rokok yang kini tengah menjalani pemeriksaan.
KPK terus menelusuri apakah uang tersebut merupakan komitmen fee atau gratifikasi untuk mengamankan operasional bisnis tertentu di sektor cukai.
Dengan pemeriksaan saksi-saksi dari kalangan pengusaha, KPK berupaya merangkai puzzle korupsi ini hingga tuntas.
Berita Terkait
-
Usai Diperiksa KPK, Faizal Assegaf Laporkan Jubir KPK ke Polda Metro Jaya
-
5 Fakta Kasus Pemerasan Gubernur Riau: dari OTT hingga Ajudan Jadi Tersangka
-
Sekjen DPR Menang Praperadilan, KPK Tak Menyerah: Hukum Belum Berakhir!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris