Perundingan di Washington melibatkan utusan dari Lebanon, Israel, dan Amerika Serikat untuk menghentikan eskalasi konflik di Lebanon selatan.
Lebanon diwakili oleh Duta Besar Nada Hamadeh, sementara Israel diwakili oleh Duta Besar Yechiel Leiter.
Hadir pula sejumlah pejabat Amerika Serikat, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa, penasihat Michael Needham, serta utusan PBB Mike Waltz.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, menyatakan bahwa pembicaraan gencatan senjata langsung dengan Israel di Washington merupakan “jalur baru” yang terpisah dari negosiasi lain terkait konflik regional.
Ia menegaskan bahwa hanya negara Lebanon yang memiliki kewenangan penuh untuk bernegosiasi atas nama negaranya.
“Hanya negara Lebanon yang memegang wewenang untuk bernegosiasi atas nama Lebanon,” kata Raggi melalui platform X, Selasa (14/4/2026).
Raggi juga menekankan bahwa prinsip kedaulatan nasional menjadi inti dalam setiap proses diplomasi Lebanon dengan Israel.
“Lebanon berupaya, melalui negosiasi langsung dengan Israel, untuk mencapai gencatan senjata,” ujarnya.
Pernyataan ini muncul di tengah dimulainya putaran pertama pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel setelah lebih dari 30 tahun, dengan mediasi dari United States.
Pertemuan tersebut digelar di Washington dan berlangsung di tengah eskalasi serangan Israel di Lebanon selatan yang menargetkan kelompok Hezbollah.
Dalam perundingan itu, Lebanon diwakili oleh Duta Besar Nada Hamadeh, sementara Israel diwakili oleh Duta Besar Yechiel Leiter.
Hadir pula sejumlah pejabat Amerika Serikat, termasuk Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa, penasihat Michael Needham, serta utusan PBB Mike Waltz.
Baca Juga: Klaim Iran Kalah dan Hormuz Dibersihkan, Donald Trump Ucap 'Alhamdulillah'
Secara terpisah, Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan harapan agar proses ini menjadi awal berakhirnya penderitaan rakyat Lebanon, khususnya di wilayah selatan.
Ia menegaskan bahwa stabilitas tidak akan tercapai selama pasukan Israel masih berada di wilayah Lebanon.
“Satu-satunya solusi terletak pada penempatan kembali tentara Lebanon hingga perbatasan yang diakui secara internasional dan bertanggung jawab sepenuhnya atas keamanan wilayah tersebut dan keselamatan penduduknya tanpa kerja sama dari pihak mana pun,” kata Aoun.
(Antara)
Berita Terkait
-
Klaim Iran Kalah dan Hormuz Dibersihkan, Donald Trump Ucap 'Alhamdulillah'
-
Vatikan: Doa Saja Tak Cukup, Umat Diminta Bergerak Hentikan Perang di Iran
-
Iran Siapkan Senjata Rahasia Serang AS-Israel, Perang Nuklir di Depan Mata?
-
Purbaya Pamer Kondisi Ekonomi RI ke Investor AS, Minta Tak Ragu Investasi
-
Bukan Sekadar Melintas, Pesawat Militer AS Dikhawatirkan 'Scanning' Data Rahasia Indonesia
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas