- Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengunjungi Beijing pada Selasa, 14 April, merespons pemblokiran Selat Hormuz oleh Amerika Serikat.
- Kebijakan blokade Amerika Serikat mengganggu pasokan energi global serta menekan ekonomi Iran dan mitra dagang utamanya, China.
- Rusia menawarkan jalur diplomasi guna mencegah konflik bersenjata, sementara Amerika Serikat mengancam akan memberikan tarif tambahan terhadap China.
Suara.com - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov tiba di Beijing pada Selasa (14/4) waktu setempat, di tengah meningkatnya ketegangan global akibat langkah Amerika Serikat memblokade Selat Hormuz.
China menjadi salah satu pihak paling terdampak akibat ditutupnya selat Hormuz, mengingat sekitar sepertiga impor minyaknya melewati jalur tersebut.
Pemerintah Beijing pun mengecam kebijakan Washington yang dinilai mengganggu stabilitas perdagangan energi global.
“Selat Hormuz adalah jalur penting perdagangan internasional. Menjaga keamanan dan kelancarannya adalah kepentingan bersama komunitas global,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dilansir dari Aljazeera.
Langkah AS memblokade selat Hormuz, disebut sebagai upaya menekan Iran dengan memutus arus logistik dan ekonomi dari serta ke pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.
Washington berharap tekanan ini akan memicu mitra dagang utama Iran, termasuk China, untuk mendorong Teheran kembali ke meja perundingan.
Di tengah eskalasi, Lavrov juga menjalin komunikasi dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.
Rusia menegaskan komitmennya untuk mencegah konflik bersenjata kembali pecah di Timur Tengah.
“Krisis ini tidak memiliki solusi militer. Rusia siap membantu penyelesaian melalui jalur diplomasi,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.
Baca Juga: Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan mengenakan tarif tambahan terhadap China jika terbukti membantu Iran secara militer.
China langsung membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai laporan yang palsu.
Beijing menegaskan siap mengambil langkah balasan jika Washington tetap melanjutkan tekanan ekonomi.
Sementara itu, Donald Trump melontarkan kritik tajam kepada negara-negara sekutu AS seperti Italia yang tak mau membantu soal selat Hormuz.
Donald Trump secara terbuka mempertanyakan keberanian PM Italia, Giorgia Meloni soal Iran dan selat Hormuz.
“Saya terkejut padanya. Saya pikir dia punya keberanian, tapi saya salah,” ujarnya kepada media Italia.
Trump menilai Meloni tidak mendukung upaya Amerika Serikat dalam menghadapi Iran, termasuk isu senjata nuklir. Ia bahkan menyebut Italia tidak cukup serius menghadapi ancaman Teheran.
“Dia tampaknya tidak peduli jika Iran memiliki senjata nuklir. Negara itu bisa menghancurkan Italia dalam dua menit,” kata Trump.
Berita Terkait
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
-
Iran Perketat Aturan Selat Hormuz Hadapi Blokade AS di Teluk Persia
-
Senjata Makan Tuan Blokade AS di Selat Hormuz, Awas China Bisa Ngamuk
-
Bos Ford Curigai Kamera Mobil China Jadi Alat Spionase Penghancur Negara
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang