Suara.com - Situasi politik global yang memanas dalam beberapa tahun terakhir telah membawa dampak besar terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Perang AS-Iran, sanksi ekonomi antarnegara, hingga ketidakpastian produksi energi membuat harga minyak dan gas berfluktuasi tajam.
Kondisi ini memaksa banyak negara, termasuk Indonesia, untuk mencari strategi baru demi menjaga ketahanan energi nasional.
Di tengah dinamika tersebut, Indonesia mengambil langkah strategis dengan menjalin kerja sama energi bersama Rusia, salah satu produsen minyak dan gas terbesar di dunia.
Keputusan ini bukan tanpa alasan, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pasokan energi tetap aman, stabil, dan berkelanjutan.
Lalu, apa saja fakta di balik langkah Indonesia yang disebut “borong” minyak Rusia? Berikut ulasannya seperti Suara.com telah rangkum dari Sputnik Globe.
1. Indonesia Amankan Pasokan Minyak Mentah dan LPG dari Rusia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia telah mencapai kesepakatan dengan Rusia terkait suplai energi. Kesepakatan tersebut mencakup pasokan minyak mentah (crude oil), bahan bakar, serta liquefied petroleum gas (LPG).
Langkah ini menjadi penting mengingat kebutuhan energi domestik Indonesia terus meningkat, sementara produksi dalam negeri belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan. Dengan tambahan pasokan dari Rusia, pemerintah berharap bisa menjaga kestabilan distribusi energi di dalam negeri.
Baca Juga: YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
2. Hasil Negosiasi Langsung dengan Menteri Energi Rusia
Kesepakatan ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Bahlil Lahadalia melakukan pembahasan teknis langsung dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa, 14 April 2026 di Rusia.
Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dari proses negosiasi yang lebih luas. Dalam diskusi itu, kedua pihak membahas berbagai aspek kerja sama energi, mulai dari pasokan hingga potensi pengembangan infrastruktur pendukung.
Hasilnya, Rusia menyatakan kesiapan untuk membantu Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk menyediakan suplai energi dalam jangka panjang.
3. Tindak Lanjut Pertemuan Prabowo dan Vladimir Putin
Kerja sama ini juga tidak lepas dari peran diplomasi tingkat tinggi. Sehari sebelum pertemuan teknis, Presiden Prabowo Subianto telah lebih dulu bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin.
Berita Terkait
-
YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Lobi Prabowo ke Putin Berhasil Amankan Pasokan BBM, Eddy Soeparno: Indonesia Masuk Zona Aman
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas