- YouTube memblokir kanal Explosive Media asal Iran yang memproduksi konten animasi satir terkait konflik dengan Amerika Serikat.
- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menilai pemblokiran tersebut sebagai tindakan politik untuk membungkam narasi alternatif.
- Pihak YouTube menangguhkan akun tersebut karena dianggap melanggar kebijakan konten kekerasan, meski kreator mengeklaim karyanya hanya satir politik.
Suara.com - Pemerintah Iran mengecam langkah YouTube yang memblokir akun kelompok pro-Iran pembuat video animasi berbasis kecerdasan buatan (AI) bergaya Lego.
Teheran menilai kebijakan tersebut sebagai upaya membungkam narasi alternatif terkait konflik dengan Amerika Serikat.
Kontroversi muncul setelah kanal milik kelompok Explosive Media ditangguhkan karena dianggap melanggar kebijakan konten kekerasan.
Akun tersebut dikenal memproduksi video satir yang menyinggung Presiden AS Donald Trump di perang melawan Iran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menilai pemblokiran tersebut bermuatan politik.
“Ini dilakukan untuk menekan kebenaran tentang perang ilegal terhadap Iran dan melindungi narasi palsu pemerintah Amerika,” ujarnya dalam pernyataan di media sosial dilansir dari Aljazeera.
Baghaei juga menyindir ironi di balik keputusan tersebut.
Baghaei menyinggung bahwa Amerika Serikat merupakan rumah bagi raksasa animasi dunia seperti Pixar, DreamWorks Animation, dan The Walt Disney Company, namun justru menutup kanal animasi independen yang berkembang pesat.
Kelompok Explosive Media sebelumnya mengklaim kontennya tidak mengandung kekerasan, melainkan satire politik.
Baca Juga: Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
“Serius? Apakah animasi Lego kami benar-benar dianggap kekerasan?” tulis mereka dalam unggahan di platform X.
Sejak perang AS-Israel melawan Iran, video-video mereka meraih jutaan penonton dengan gaya parodi budaya populer Amerika.
Dalam sejumlah konten, Trump digambarkan sebagai sosok karikatural yang kontroversial, bahkan menggunakan istilah sindiran seperti Trump always chickens out.
Berita Terkait
-
Dunia Sibuk dengan Perang AS-Iran, Korut Diam-diam Percepat Produksi Bom Nuklir
-
AS Blokade Selat Hormuz, China-Rusia Bersatu Tekan Washington
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas