- Gubernur Pramono Anung melantik 11 pejabat Eselon II Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu, 15 April 2026.
- Proses pelantikan ini didasarkan pada ketentuan hukum, rekomendasi BKN, serta hasil uji kelayakan DPRD DKI Jakarta.
- Pemerintah menerapkan pelantikan bertahap hingga Agustus 2026 demi menjaga efisiensi kinerja dan mencegah kekosongan jabatan publik.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, resmi melantik 11 pejabat tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (15/4/2026). Salah satu posisi strategis yang dirotasi adalah Wali Kota Jakarta Selatan yang kini resmi dijabat oleh Syafrin Liputo.
Pramono menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan dan mutasi ini telah mengikuti ketentuan hukum yang berlaku, termasuk rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pemerintah DKI Jakarta baru saja melantik pejabat tinggi pratama. Surat pelantikan ini sudah sesuai dengan ketentuan,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Pramono menjelaskan, dasar pelantikan mencakup tiga poin utama, yakni manajemen talenta dari BKN tertanggal 10 April, hasil uji kelayakan (fit and proper test) dari DPRD DKI Jakarta khusus untuk posisi Wali Kota, serta Keputusan Gubernur Nomor 385 hingga 388 Tahun 2026.
Meski dilantik secara serentak hari ini, Pramono meluruskan bahwa masa berlaku tugas para pejabat tersebut dibagi dalam beberapa tahap guna menghindari kekosongan jabatan atau penunjukan Pelaksana Tugas (Plt).
“Tiga orang berlaku terhitung mulai pelantikan hari ini. Kemudian empat orang berlaku 1 Juni. Tiga orang berlaku 1 Agustus. Lalu satu orang menunggu terbitnya SK dalam pengangkatan sebagai pejabat fungsional utama,” jelasnya.
Melalui skema pelantikan bertahap ini, Pramono berharap roda pemerintahan tetap berjalan efisien. Ia juga meminta para pejabat baru segera menyesuaikan diri dengan visi yang ia jalankan bersama Wakil Gubernur Rano Karno.
Berikut daftar 11 pejabat yang dilantik hari ini:
- Syafrin Liputo: Wali Kota Jakarta Selatan
- Budi Awaluddin: Kepala Dinas Perhubungan
- Marulina Dewi Mutiara: Kepala Diskominfotik
- Dudi Gardesi Asikin: Kepala Dinas Lingkungan Hidup
- Marulitua: Kepala Pelaksana BPBD
- Tona Hutauruk: Kepala Biro Kerja Sama Daerah
- Purwanti Suryandari: Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup
- Asep Kuswanto: Asisten Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang
- Ali Murtadho: Wakil Wali Kota Jakarta Barat
- Firmanuddin: Wakil Wali Kota Jakarta Selatan
- Imron: Sekretaris Kota Jakarta Barat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
KSPI Boikot May Day di Monas, Tagih Janji Presiden soal RUU PPRT
-
Drama 13 Hari Siswi SMK Bekasi Hilang Usai Diusir Ibu, Berhasil Dilacak Lewat Sinyal HP
-
Bukan Cuma Fisik, Chat Mesum Termasuk Kekerasan Seksual: Pakar Soroti Kasus Mahasiswa UI
-
Tuduh Jubir KPK Sebar Fitnah Soal Sitaan Barang, Faizal Assegaf Lapor ke Dewas
-
Aktivis Sambut Seruan Dasco: Persatuan Nasional Lebih Krusial daripada Opini Disharmoni
-
Solusi Macet Jakarta? DKI Bangun Flyover Latumenten dan Bintaro Puspita Hingga 2030
-
Pemprov DKI Siap Siaga Hadapi KLB Keracunan Pangan, Perketat Pengawasan MBG di Sekolah
-
Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan
-
Ngaku Jadi Korban 'Deepfake' AI, Rismon Sianipar Bantah Fitnah Jusuf Kalla: Itu Video Rekayasa!
-
Bantah Terima Uang Miliaran, Rismon Sianipar Ungkap Alasan Pilih Damai di Kasus Ijazah Jokowi