-
Kedutaan Iran mengunggah video AI Yesus memukul Trump sebagai bentuk serangan balik politik.
-
Konten satir tersebut dibuat oleh perusahaan Iran untuk melawan pengaruh AS dan Israel.
-
Trump menghapus unggahan AI miliknya setelah dituduh melakukan penistaan oleh pendukung konservatif.
Pendekatan ini dipilih untuk memenangkan simpati global melalui konten yang dianggap menghibur namun sarat pesan politik doktriner.
Pihak Explosive Media menegaskan bahwa karya-karya mereka adalah bentuk ekspresi politik yang sah terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat.
Perwakilan perusahaan tersebut menuduh Trump telah membiayai upaya penggulingan kekuasaan melalui aksi protes massa yang terjadi pada Januari lalu.
“Video kami bersifat anti-Zionis,” tegas juru bicara tersebut untuk membantah tuduhan bahwa konten mereka mengandung unsur antisemitisme terhadap Israel.
Terkait hubungan mereka dengan pemerintah Iran, juru bicara perusahaan membela kemitraan tersebut dalam sebuah wawancara dengan podcast BBC.
“Kami menganggap video kami sebagai cara untuk merespons agresi lewat seni digital,” tambah pihak perusahaan dalam pernyataan resminya.
Ironi di Balik Unggahan Asli Trump
Ironisnya, video serangan Iran ini merupakan parodi dari gambar AI milik Trump sendiri yang memperlihatkan dirinya dalam jubah putih.
Pada gambar asli yang telah dihapus itu, Trump digambarkan sebagai sosok penyembuh yang menyentuh dahi seorang pasien di rumah sakit.
Baca Juga: Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
Visual tersebut dipenuhi dengan simbol patriotisme Amerika seperti elang botak, bendera, jet tempur, hingga Patung Liberty.
Namun, banyak pendukung konservatif dan umat Kristiani justru menganggap gambar buatan AI milik Trump itu sebagai tindakan penistaan agama.
Tekanan dari basis pendukungnya sendiri memaksa tim kampanye Trump untuk segera menarik unggahan tersebut dari ruang publik.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Donald Trump memberikan pembelaan bahwa ia memiliki persepsi yang berbeda terhadap gambar yang diunggahnya.
Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa dia “mengira itu adalah saya sebagai seorang dokter.”
Sementara itu, Wakil Presiden Vance memberikan pembelaan tambahan dengan menyebut bahwa konten tersebut hanyalah sebuah bentuk humor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
-
Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen
-
Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja
-
Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru