News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 09:48 WIB
Kedutaan Iran mengunggah video AI Yesus memukul Trump sebagai bentuk balasan atas unggahan kontroversial sebelumnya. (The Hill)
Baca 10 detik
  • Kedutaan Iran mengunggah video AI Yesus memukul Trump sebagai bentuk serangan balik politik.

  • Konten satir tersebut dibuat oleh perusahaan Iran untuk melawan pengaruh AS dan Israel.

  • Trump menghapus unggahan AI miliknya setelah dituduh melakukan penistaan oleh pendukung konservatif.

Pendekatan ini dipilih untuk memenangkan simpati global melalui konten yang dianggap menghibur namun sarat pesan politik doktriner.

Pihak Explosive Media menegaskan bahwa karya-karya mereka adalah bentuk ekspresi politik yang sah terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Perwakilan perusahaan tersebut menuduh Trump telah membiayai upaya penggulingan kekuasaan melalui aksi protes massa yang terjadi pada Januari lalu.

“Video kami bersifat anti-Zionis,” tegas juru bicara tersebut untuk membantah tuduhan bahwa konten mereka mengandung unsur antisemitisme terhadap Israel.

Terkait hubungan mereka dengan pemerintah Iran, juru bicara perusahaan membela kemitraan tersebut dalam sebuah wawancara dengan podcast BBC.

“Kami menganggap video kami sebagai cara untuk merespons agresi lewat seni digital,” tambah pihak perusahaan dalam pernyataan resminya.

Ironi di Balik Unggahan Asli Trump

Ironisnya, video serangan Iran ini merupakan parodi dari gambar AI milik Trump sendiri yang memperlihatkan dirinya dalam jubah putih.

Pada gambar asli yang telah dihapus itu, Trump digambarkan sebagai sosok penyembuh yang menyentuh dahi seorang pasien di rumah sakit.

Baca Juga: Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Visual tersebut dipenuhi dengan simbol patriotisme Amerika seperti elang botak, bendera, jet tempur, hingga Patung Liberty.

Namun, banyak pendukung konservatif dan umat Kristiani justru menganggap gambar buatan AI milik Trump itu sebagai tindakan penistaan agama.

Tekanan dari basis pendukungnya sendiri memaksa tim kampanye Trump untuk segera menarik unggahan tersebut dari ruang publik.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Donald Trump memberikan pembelaan bahwa ia memiliki persepsi yang berbeda terhadap gambar yang diunggahnya.

Trump mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa dia “mengira itu adalah saya sebagai seorang dokter.”

Sementara itu, Wakil Presiden Vance memberikan pembelaan tambahan dengan menyebut bahwa konten tersebut hanyalah sebuah bentuk humor.

Load More