- Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan Paus Leo XIV harus siap menghadapi konsekuensi politik atas kritik terhadap kebijakan Iran.
- Presiden Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus pada 12 April 2026 akibat pernyataan terkait konflik Amerika Serikat.
- Paus Leo XIV menegaskan pada 13 April 2026 bahwa ia tidak takut terhadap pemerintah AS meski terus menentang perang.
Suara.com - Ketua DPR Amerika Serikat, Mike Johnson, menilai Paus Leo XIV harus siap menghadapi respons politik setelah ikut berkomentar terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
"Seorang pemimpin agama boleh mengatakan apa pun yang mereka inginkan, tetapi jelas jika anda terjun ke ranah politik, maka harus siap dengan berbagai reaksi politik, dan saya pikir Paus Leo XIV telah menerima tanggapan tersebut," kata Johnson dalam konferensi pers.
Pernyataan itu muncul setelah Paus Leo XIV mengkritik kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menilai ancaman yang ditujukan kepada rakyat Iran tidak dapat diterima.
Sebelumnya, pada awal April, Paus juga menyinggung isu tersebut dalam homilinya usai Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengajak doa bagi personel militer. Dalam kesempatan itu, Paus menegaskan bahwa keinginan untuk mendominasi tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap Paus pada Minggu (12/4/2026). Trump bahkan menyatakan bahwa Paus tidak akan menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik tanpa peran dirinya di Gedung Putih.
Menanggapi hal tersebut, Paus Leo XIV pada Senin (13/4/2026) menegaskan tidak takut terhadap pemerintahan Trump dan tidak berniat terlibat dalam perdebatan publik.
Ia menekankan bahwa meski fokus utamanya adalah menyampaikan ajaran Injil, dirinya akan tetap bersuara tegas dalam menentang perang.
(Antara)
Baca Juga: Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia
Berita Terkait
-
Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia
-
Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman
-
Temui 18 Investor Besar di AS, Purbaya: Mereka Bingung Kenapa Kita Tumbuh Cepat
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa