News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB
Mike Johnson kembali terpilih jadi ketua DPR AS. (ANTARA)
Baca 10 detik
  • Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan Paus Leo XIV harus siap menghadapi konsekuensi politik atas kritik terhadap kebijakan Iran.
  • Presiden Donald Trump melontarkan kritik keras terhadap Paus pada 12 April 2026 akibat pernyataan terkait konflik Amerika Serikat.
  • Paus Leo XIV menegaskan pada 13 April 2026 bahwa ia tidak takut terhadap pemerintah AS meski terus menentang perang.

Suara.com - Ketua DPR Amerika Serikat, Mike Johnson, menilai Paus Leo XIV harus siap menghadapi respons politik setelah ikut berkomentar terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

"Seorang pemimpin agama boleh mengatakan apa pun yang mereka inginkan, tetapi jelas jika anda terjun ke ranah politik, maka harus siap dengan berbagai reaksi politik, dan saya pikir Paus Leo XIV telah menerima tanggapan tersebut," kata Johnson dalam konferensi pers.

Pernyataan itu muncul setelah Paus Leo XIV mengkritik kebijakan Amerika Serikat terhadap Iran. Ia menilai ancaman yang ditujukan kepada rakyat Iran tidak dapat diterima.

Sebelumnya, pada awal April, Paus juga menyinggung isu tersebut dalam homilinya usai Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengajak doa bagi personel militer. Dalam kesempatan itu, Paus menegaskan bahwa keinginan untuk mendominasi tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.

Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap Paus pada Minggu (12/4/2026). Trump bahkan menyatakan bahwa Paus tidak akan menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik tanpa peran dirinya di Gedung Putih.

Menanggapi hal tersebut, Paus Leo XIV pada Senin (13/4/2026) menegaskan tidak takut terhadap pemerintahan Trump dan tidak berniat terlibat dalam perdebatan publik.

Ia menekankan bahwa meski fokus utamanya adalah menyampaikan ajaran Injil, dirinya akan tetap bersuara tegas dalam menentang perang.

(Antara)

Baca Juga: Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia

Load More