News / Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 10:24 WIB
Ilustrasi Logo Nahdlatul Ulama [Foto: ANTARA]
Baca 10 detik
  • Sekjen PBNU Saifullah Yusuf memastikan persiapan Muktamar NU 2026 terus berjalan melalui konsolidasi dan pembentukan panitia penyelenggara.
  • PBNU berencana menggelar Munas Alim Ulama dan Konbes sebelum melaksanakan Muktamar NU pada Agustus 2026 mendatang.
  • Penentuan lokasi Muktamar masih dalam pembahasan dengan mempertimbangkan berbagai usulan daerah seperti Lirboyo, NTB, Sumatera Barat, dan Jakarta.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan pelaksanaan Muktamar NU 2026 terus disiapkan. Tidak sekadar lokasi dan tanggal, ia juga menyinggung teka-teki kandidat calon ketua umum.

Ipul menjelaskan konsolidasi untuk melengkapi kepanitiaan dalam rangka menyongsong Muktamar NU terus dilakukan.

Sebelumnya, PBNU telah menggelar rapat gabungan dengan kehadiran Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Melalui rapat tersebut, PBNU menetapkan sejumlah keputusan, salah satunya membentuk panitia inti penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama yang akan dilanjutkan dengan Muktamar.

“Diharapkan bisa berlangsung pada bulan Agustus yang akan datang dan diawali penyelenggaraan Munas dan Konbes,” kata Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

PBNU juga meminta Pengurus Wilayah maupun Pengurus Cabang untuk berfokus dan mempersiapkan diri mengikuti Muktamar.

“Saya berharap tidak terbawa oleh berita-berita yang belum tentu benar karena kalau kita lihat medsos itu luar biasa sekali dan itu tentu belum tentu kebenarannya,” kata Ipul.

Sementara itu, mengenai siapa saja yang memiliki hak menjadi peserta Muktamar, Ipul menegaskan ketentuan tersebut telah tertuang dalam AD/ART maupun peraturan lain di PBNU.

“Dan yang juga penting tim juga sudah dibentuk untuk menuntaskan seluruh SK, seluruh keputusan-keputusan yang diperlukan dalam rangka menuju Muktamar tersebut. Jadi tidak ada yang menghambat, tidak ada yang mengganggu, semuanya berjalan dengan lancar. Kalau ada kabar Sekjen tidak mau tanda tangan dan lain sebagainya itu adalah kabar-kabar yang tidak benar,” kata Ipul.

Baca Juga: Gus Lilur Kritik "Gus-Gus Nanggung" yang Peralat NU Demi Kepentingan Kekuasaan

Lokasi Muktamar
Ipul menyampaikan lokasi pelaksanaan Muktamar NU hingga kini belum diputuskan.

Namun, sejumlah pengurus daerah telah mengajukan beberapa wilayah sebagai tuan rumah.

“Dan sekali lagi diawali nanti ini penentuannya, penentuan tempat dan tanggal Muktamar itu penentuannya diawali musyawarah antara Rais Aam dan Ketua Umum,” kata Ipul.

Ia tidak menampik bahwa Lirboyo menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan.

“Ya salah satunya di Lirboyo, ada juga di NTB ya yang mengajukan, ada juga di Sumatera Barat dan Jakarta,” kata Ipul.

Kandidat Calon Ketua Umum

Ipul mengatakan semua pihak boleh mencalonkan diri sebagai ketua umum, namun keputusan tetap berada di tangan muktamirin.

Load More