News / Internasional
Kamis, 16 April 2026 | 10:35 WIB
Selat hormuz (AI)
Baca 10 detik
  • Kapal tanker Iran berhasil melintasi Selat Hormuz meski militer AS mengklaim blokade total.

  • Data satelit menunjukkan kapal Alicia tetap berlayar menuju pelabuhan Iran tanpa hambatan berarti.

  • CENTCOM AS menegaskan bahwa 90 persen perdagangan laut Iran kini telah dihentikan sepenuhnya.

Selain Alicia, terdapat dua kapal peti kemas berbendera Iran yang terpantau meninggalkan Teluk Persia dengan pengawalan yang sangat minim.

Di sisi lain, pihak Amerika Serikat tetap bersikukuh bahwa operasi penutupan akses logistik laut ini berjalan sesuai rencana semula.

CENTCOM menegaskan bahwa aturan ini berlaku tanpa pengecualian bagi seluruh kapal dari negara manapun yang menuju pelabuhan Iran.

"Pasukan tidak akan menghambat kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang transit di Selat Hormuz menuju dan dari pelabuhan non-Iran," kata pihak militer.

Namun, terdapat celah dalam aturan ini karena kapal hanya akan ditindak jika mereka terbukti melakukan kontak fisik dengan dermaga Iran.

Seorang pejabat tinggi menyatakan bahwa pengawasan difokuskan di Teluk Oman untuk mencegah kapal berlayar lebih jauh dari titik keberangkatan.

Taktik Gelap dan Penghilangan Sinyal Radar

Ketidakpastian mengenai keberhasilan blokade ini juga dipicu oleh taktik 'spoofing' atau manipulasi data lokasi yang dilakukan awak kapal.

Beberapa tanker dilaporkan mematikan transponder mereka secara mendadak saat mendekati wilayah perairan yang dianggap sangat sensitif bagi radar.

Baca Juga: Akses Selat Hormuz Bakal Dibuka, Harga Minyak Dunia Melemah

Setidaknya dua kapal besar tercatat menghilang dari pantauan layanan pelacakan terbuka segera setelah mereka memasuki wilayah Pulau Qeshm.

Salah satu kapal yang menarik perhatian adalah Christianna yang tercatat pernah bersandar di pelabuhan strategis Bandar Imam Khomeini sebelumnya.

Ada pula kapal Murlikishan yang terus bergerak ke arah barat melintasi selat meskipun statusnya berada di bawah daftar sanksi Amerika.

Langkah Amerika Serikat ini bertujuan untuk mematikan nadi utama perekonomian Iran yang sangat bergantung pada perdagangan jalur laut.

Washington percaya bahwa dengan menguasai perairan, mereka dapat menekan ambisi politik dan stabilitas keuangan pemerintah Iran secara signifikan.

"Blokade pelabuhan Iran telah diterapkan sepenuhnya seiring dengan upaya pasukan AS mempertahankan keunggulan maritim di Timur Tengah," klaim Laksamana Brad Cooper, Komandan CENTCOM.

Load More