-
Iran mengarahkan rudal ke kapal perang Amerika Serikat sebagai balasan atas blokade ekonomi laut.
-
Penasihat militer Iran mengancam akan menenggelamkan kapal induk Abraham Lincoln di Selat Hormuz.
-
Ketegangan meningkat karena kegagalan negosiasi damai dan kebijakan pembatasan ekspor minyak oleh AS.
Washington sangat mengandalkan kekuatan armada tempur laut mereka untuk mengendalikan akses logistik serta menekan stabilitas ekonomi pemerintah Iran secara menyeluruh.
Situasi yang memanas ini terjadi setelah para negosiator dari kedua belah pihak tidak berhasil mencapai kata sepakat dalam upaya mengakhiri peperangan.
Konflik bersenjata ini sebenarnya telah berlangsung sejak 28 Februari lalu, namun saat ini posisi kedua pihak berada dalam masa gencatan senjata.
Gencatan senjata selama dua minggu yang sedang berjalan tampak sangat rapuh seiring dengan meningkatnya aktivitas militer di sepanjang koridor Selat Hormuz.
Presiden Donald Trump sendiri memiliki agenda besar untuk memberikan tekanan ekonomi maksimal kepada Iran melalui dua sektor penggerak ekonomi yang utama.
Target utama Amerika adalah menghentikan pungutan tol yang sangat besar di Selat Hormuz serta menghapus pendapatan Iran dari penjualan minyak mentah.
Tuduhan Pembajakan dan Respon Kawasan
Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Iran meraih keuntungan finansial dari perdagangan minyak secara sepihak.
Trump menyatakan tujuannya adalah menerapkan kebijakan akses yang ketat bagi saluran pengiriman krusial tersebut guna memastikan kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat.
Baca Juga: Hotel Burj Al Arab Dubai Tutup Total Selama 18 Bulan, Dampak Serangan Drone Iran
Pemerintah Iran bereaksi keras dengan melabeli tindakan blokade laut yang dilakukan oleh militer Amerika Serikat sebagai aksi pembajakan internasional.
Teheran juga memberikan peringatan bahwa mereka akan melakukan aksi balasan serupa dengan menargetkan pelabuhan-pelabuhan di negara-negara sekitar Teluk Arab.
Ancaman ini memperluas risiko konflik yang semula bersifat bilateral menjadi potensi krisis keamanan regional yang melibatkan banyak negara di Timur Tengah.
Krisis ini berakar dari perselisihan panjang mengenai kendali atas Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi energi global paling vital di dunia.
Perselisihan memuncak setelah serangkaian serangan udara yang melibatkan pihak Amerika Serikat dan Israel, yang kemudian dibalas Iran dengan menutup akses selat.
Gagalnya diplomasi baru-baru ini memperparah ketidakpastian keamanan, sementara blokade ekonomi yang dilakukan AS dianggap Iran sebagai tindakan perang terbuka secara finansial.
Dunia kini menyoroti apakah gencatan senjata yang tersisa mampu mencegah konfrontasi langsung antara peluncur rudal Iran dan kapal induk Amerika Serikat.
Ketidakstabilan di kawasan ini diprediksi akan memicu lonjakan harga komoditas energi global jika eskalasi militer di Selat Hormuz benar-benar meledak menjadi pertempuran.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Bagaimana Cara Memilih Jam Tangan Pintar Sesuai Kebutuhan? Ini 5 Tipsnya Sebelum Membeli
-
First Look Serial Below Rilis, Josh Hartnett Didapuk Jadi Bintang Utama
-
WALHI Bongkar Eksploitasi Ugal-ugalan di Jawa, Dari Reklamasi Jakarta hingga 20 PSN Jatim
-
Kapal Tenggelam di Selayar Angkut 74 Penumpang
-
Novel Ketika Senja Jatuh di Nara: Kisah Keserakahan dan Luka Masa Lalu
-
Andre Rosiade Curiga Promosi ke Super League Sudah Diatur, Minta Championship Berjalan Adil
-
Minyak Rusia Masuk Cadangan Energi RI, Pemerintah Siapkan Tameng Hadapi Gejolak Pasokan Global
-
Di Balik Layar Kaca: Rahasia Mengapa Kita Merasa Hampa Meski Selalu Terkoneksi
-
9 Hari Mencekam! Kisah Wanita di Bekasi Lolos dari Penyekapan Pacar yang Cemburu Buta
-
Review Secrets of the Broken House: Misteri Pembunuhan yang Penuh Kejutan