- Gubernur Pramono Anung mengupayakan konser BTS di Jakarta International Stadium pada akhir Desember 2026 mendatang.
- Pemprov DKI Jakarta menyiapkan integrasi transportasi dan infrastruktur di kawasan Ancol untuk mengatasi masalah aksesibilitas stadion.
- Manajemen BTS telah meminta data teknis mendalam mengenai fasilitas JIS guna mendukung rencana tata panggung spektakuler.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tengah berjuang keras untuk memastikan megabintang K-Pop, BTS menggelar konser di Jakarta International Stadium (JIS) pada akhir Desember 2026 mendatang.
Ia juga mengaku sangat ingin memberikan tantangan kesiapan kepada PT Jakarta Propertindo atau Jakpro selaku pengelola dalam menyelenggarakan hajatan musik skala dunia di stadion kebanggaan warga Jakarta tersebut.
"Ini lagi fight untuk apakah di JIS atau di GBK. Ya walaupun dua-duanya di Jakarta, tapi saya ingin banget JIS itu mendapatkan tantangan kalau BTS main di sana," ungkap Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (16/4/2026).
Menyadari polemik aksesibilitas yang selama ini menghantui JIS, Pemprov DKI kini tengah mengeksekusi skema integrasi transportasi dan infrastruktur secara besar-besaran.
Salah satu terobosan utamanya adalah menghubungkan kawasan stadion dengan area rekreasi Ancol untuk memecah kebuntuan arus lalu lintas.
"Nanti akan ada KRL yang ke sana. JIS dengan Ancol sudah kami hubungkan. Nanti parkirnya tidak lagi di JIS, parkirnya di Ancol. Mau 10 ribu mobil juga boleh, dan tidak menimbulkan kemacetan," tutur Pramono.
Ambisi Pramono menjadikan JIS sebagai episentrum konser internasional tidak berhenti di BTS.
Ia membeberkan bahwa sederet nama besar lainnya sudah masuk dalam daftar pantauan Jakpro untuk segera mentas di sana.
"Guns N' Roses bentar lagi. Adam Levine, Metallica. Saya juga mendapatkan laporan dari Dirut Jakpro, The Weeknd. Mudah-mudahan, ini bisa betul-betul," katanya.
Baca Juga: Usai Kasus Foto AI PPSU, Pramono Benahi Sistem JAKI dan Batasi Akses Laporan ASN
Sementara Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengonfirmasi bahwa komunikasi dengan pihak promotor dan manajemen BTS di Korea Selatan telah memasuki tahap serius sejak Maret lalu.
Menariknya, manajemen BTS secara khusus telah meminta data teknis mendalam mengenai struktur dan fasilitas JIS.
Permintaan data teknis tersebut berkaitan dengan rencana BTS yang akan menyuguhkan tata panggung serta sistem pencahayaan spektakuler yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara lain.
"Nanti akan diinformasikan keputusannya seperti apa," pungkas Iwan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Blokade Selat Hormuz Dianggap Perjudian Trump, Kalau Misi Gagal Ekonomi Dunia Hancur
-
Ikrar Nusa Bakti Sindir Militer: Merasa Dirinya Bukan Dibentuk Oleh Negara
-
MBG Serap Hampir Rp1 Triliun per Hari, BGN Sebut Dana Langsung Mengalir ke Masyarakat
-
Harga Rokok Lebih Murah dari Sebungkus Nasi, CISDI: Bisa Gagalkan Program Makan Bergizi Gratis
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Laut Merah Milik Siapa? Iran Ancam Mau Menutupnya
-
WALHI Kritik Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Satgas PKH: Waspada Ekspansi Militer di Ruang Sipil
-
Melihat Kapal Macet Mau ke Selat Hormuz Berdasarkan Data Pelacakan Maritim
-
Israel Hari Ini: Ancaman Roket Hizbullah hingga Serangan Lebah dan Cuaca Ekstrem
-
Predator Berkedok Jas Almamater: Mengapa Kampus Elite Gagal Melindungi Korban Kekerasan Seksual?